Rencanakan Pemekaran Desa Rebo Untuk Mendekatkan Pelayanan Bagi Masyarakat

Bangka Belitung, beritkite.com – Pemekaran desa baru atau desa persiapan adalah dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, selain itu percepatan pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat yang ada didesa. Hal itu disampaikan Rasmito, Ketua Panitia Pemekaran Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Rabu (13/11/2019).

“Dalam regulasi terbaru itu proses pembentukan desa persiapan di memungkinkan dua pola, pola pertama aspirasi itu datang dari bawah dan pola kedua itu pemerintah bisa membentuk berdasarkan pertimbangan-pertimbangan percepatan pelayanan dan percepatan kesejahteraan. Jadi dua pola itu dapat di gunakan dengan aspirasi terbaru. Untuk saat ini, paling banyak yaitu masukan dari bawah,” ungkap Rosmito, saat berlangsung rapat dengan Pemerintah dwesa Rebo, Dinsos Pemdes dan beberapa perwakilan dari Kabupaten Bangka.

Rosmito menyebutkan desa Rebo sudah wajib dimekarkan dilihat dari sudut pandang luas wilayah, SDM, jumlah penduduk dimekarkan menjadi dua desa Persyaratan secara administrasi sudah hampir memenuhi apa lagi beberapa tahun kedepan, misalkan batas wilayah, status tanah kantor desa dan lain-lain. Sehingga tidak akan membutuhkan waktu dalam proses pendefenitifan desa baru tersebut. Serta dukungan semua pihak pemerintah agar mendukung pemekaran desa ini menjadi dua. Rencananya dari 3 dusun di desa Rebo maka dusun Rebo menjadi Desa dan dusun Karang Panjang dan Tanjung Ratu menjadi Desa baru.

“Kalau belum beres kita bereskan dalam sekitar jangka waktu maksimal 3 tahun kita bereskan termasuk hal yang kurang itu di sebut desa persiapan dia belum lengkap semuanya persyaratanya kita masih siapkan,” ungkap Rosmito.

Suasana rapat Pemerintah Desa Rebo Kecamatan Suangailiat Kabupaten Bangka

Disisi lain, Romansah Perwakilan masyarakat Desa Rebo sangat mendukung pemekaran desa agar kesejahteraan masyarakat bisa kita setarakan dan pelayanan juga bisa maksimal.

” Tugas kita selanjutnya mengevaluasi syarat-syarat itu mana-mana yang belum memenuhi kita lakukan rapat koordinasi yaitu kita rapat kordinasi dengan menjelaskan bahwa ini perlu dibenahi, ketika sudah terbenahi bisa saja tidak sampai 3 tahun kalau dalam 1,2 tahun syarat syaràt itu lengkap berarti secepatnya laksanakan peresmian desa defenitif, ” papar Romansyah.

Sementara itu, Ali Ahmad Selaku BPD juga mengharapkan kerjasama yang baik antar panitia, masyarakat dan pemerintah. Sehingga semua prosesnya itu tidak sampai bertahun-tahun.

“Bisa saja dalam waktu cepat bisa saja 1 tahun. Intinya masyarakat berkerja sama dengan pemerintah,” tutup Ali. (Rapdi)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

two × three =