Kepala Dinas Pendidikan OKU H. Teddy Meilwansyah menyaksikan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi Sekretaris Diknas OKU Alfarizi di Puskesmas Sekarjaya

Ribuan Guru di OKU Serentak Ikuti Vaksinasi Covid-19

Baturaja – Sebanyak 5.431 pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menerima vaksinasi Covid-19. Pendidik dan tenaga kependidikan tersebut berasal dari sekolah negeri dan swasta jenjang TK/PAUD hingga SMP yang ada di Kabupaten OKU.

“Tidak ada cara lain (untuk menangggulangi Covid-19) selain kita melakukan vaksinasi karena apapun yang pemerintah lakukan mulai dari SBDP, PSBB dan PPKM, itu semuanya tidak bisah mencegah Covid-19, untuk mengurangi pun tidak bisa, satu-satunya jalan kita melakukan vaksinasi ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU H.Teddy Meilwansyah, S.STP., MM., M.Pd. saat pembukaan kegiatan vaksinasi serentak guru se Kabupaten OKU di Puskesmas Sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur, Senin (12/4/21).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Andi Prapto, S.KM., MM., Sekretaris Dinas Pendidikan Alfarizi, SE.Ak., M.Pd., Lurah Sekarjaya, Kepala Puskesmas Sekarjaya serta 50 kepala sekolah dan guru yang mengikuti vaksinasi simbolis itu Teddy Meilwansyah menegaskan bahwa Covid-19 itu benar-benar nyata adanya.

Teddy Meilwansyah juga menjelaskan bahwa vaksinasi serentak itu terlaksana berkat kerjakeras dan perjuangan dari Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten OKU.

“Alhamdulillah hari ini kami Disdik OKU bersama Dinkes OKU melaksanakan vaskinasi serentak di OKU, seyogyanya vakisnasi untuk guru ini akan dilaksanakan setelah lebaran idul fitri, namun berkat kerja keras Disdik OKU dan Dinkes OKU yang meminta ke provinsi dan mendapat respon yang baik dari Gubernur Sumsel sehingga OKU mendapat tambahan vaksin,” tuturnya.

Berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri dijelaskan Teddy vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan merupakan syarat utama jika suatu daerah ingin melakukan pembelajaran tatap muka selain ceklis 6 point, izin orang tua murid dan izin dari pemerintah daerah masing-masing ada tambahan yaitu guru-guru harus divaksin terlebih dahulu.

“Makanya hari ini kami berjuang sekuat tenaga supaya vaksinasi ini dapat dilakukan untuk para guru, sehingga nantinya pada tahun ajaran baru kami bisa membuka KBM tatap muka secara langsung, untuk itu saya minta agar seluruh guru di OKU dapat mengikuti vaksin ini,” Harapnya.

Dalam laporannya Sekretaris Disdik OKU Alfarizi, SE.Ak., M.Pd., selaku ketua pelaksana kegiatan vaksin guru mengucapkan rasa syukur berkat perhatian dari Kadisdik OKU H. Teddy Meilwansyah vaksinasi untukl guru ini bisa terlaksana.

Menurut Alfarizi Kadisdik OKU terus mendorong dan memastikan agar seluruh guru di OKU bisa mendapat vaksin . Baturaja – Sebanyak 5.431 pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menerima vaksinasi Covid-19. Pendidik dan tenaga kependidikan tersebut berasal dari sekolah negeri dan swasta jenjang TK/PAUD hingga SMP yang ada di Kabupaten OKU.

“Tidak ada cara lain (untuk menangggulangi Covid-19) selain kita melakukan vaksinasi karena apapun yang pemerintah lakukan mulai dari SBDP, PSBB dan PPKM, itu semuanya tidak bisah mencegah Covid-19, untuk mengurangi pun tidak bisa, satu-satunya jalan kita melakukan vaksinasi ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU H.Teddy Meilwansyah, S.STP., MM., M.Pd. saat pembukaan kegiatan vaksinasi serentak guru se Kabupaten OKU di Puskesmas Sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur, Senin (12/4/21).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Andi Prapto, S.KM., MM., Sekretaris Dinas Pendidikan Alfarizi, SE.Ak., M.Pd., Lurah Sekarjaya, Kepala Puskesmas Sekarjaya serta 50 kepala sekolah dan guru yang mengikuti vaksinasi simbolis itu Teddy Meilwansyah menegaskan bahwa Covid-19 itu benar-benar nyata adanya.

Teddy Meilwansyah juga menjelaskan bahwa vaksinasi serentak itu terlaksana berkat kerjakeras dan perjuangan dari Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten OKU.

“Alhamdulillah hari ini kami Disdik OKU bersama Dinkes OKU melaksanakan vaskinasi serentak di OKU, seyogyanya vakisnasi untuk guru ini akan dilaksanakan setelah lebaran idul fitri, namun berkat kerja keras Disdik OKU dan Dinkes OKU yang meminta ke provinsi dan mendapat respon yang baik dari Gubernur Sumsel sehingga OKU mendapat tambahan vaksin,” tuturnya.

Berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri dijelaskan Teddy vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan merupakan syarat utama jika suatu daerah ingin melakukan pembelajaran tatap muka selain ceklis 6 point, izin orang tua murid dan izin dari pemerintah daerah masing-masing ada tambahan yaitu guru-guru harus divaksin terlebih dahulu.

“Makanya hari ini kami berjuang sekuat tenaga supaya vaksinasi ini dapat dilakukan untuk para guru, sehingga nantinya pada tahun ajaran baru kami bisa membuka KBM tatap muka secara langsung, untuk itu saya minta agar seluruh guru di OKU dapat mengikuti vaksin ini,” Harapnya.

Dalam laporannya Sekretaris Disdik OKU Alfarizi, SE.Ak., M.Pd., selaku ketua pelaksana kegiatan vaksin guru mengucapkan rasa syukur berkat perhatian dari Kadisdik OKU H. Teddy Meilwansyah vaksinasi untukl guru ini bisa terlaksana.

Menurut Alfarizi Kadisdik OKU terus mendorong dan memastikan agar seluruh guru di OKU bisa mendapat vaksin .

“Beliau (Kadisdik OKU- red) memberikan perhatian luar biasa, perlu diketahui vaksin ini terbatas bahkan kami sempat ingin meminta tambahan ke provisni, namun prosesnya cukup panjang. namun berkat kerjasama antara Dinkes OKU akhirnya hari ini vaksin bisa terlaksana,” bebernya

Sementara itu Kadinkes OKU yang diwakili Kabid P2P Dinkes OKU Andi Prapto SKm MM mengatakan bahwa proses vaksinasi saat ini sedang berjalan di seluruh Indonesia termasuk di OKU, hal ini sebagai upaya untuk mengendalikan covid 19.

“Di OKU sudah satu tahun lebih kasus covid ini, kasus pertama terjadi tanggal 26 Maret 2020 dan hingga saat ini belum juga reda,berbagai upaya pemerintah sudah dilakukan namun hasilnya belum maskimal, dan salah satu upayanya dengan vaksin ini,” tandasnya.

“Beliau (Kadisdik OKU- red) memberikan perhatian luar biasa, perlu diketahui vaksin ini terbatas bahkan kami sempat ingin meminta tambahan ke provisni, namun prosesnya cukup panjang. namun berkat kerjasama antara Dinkes OKU akhirnya hari ini vaksin bisa terlaksana,” bebernya

Sementara itu Kadinkes OKU yang diwakili Kabid P2P Dinkes OKU Andi Prapto, S.KM., MM., mengatakan bahwa proses vaksinasi saat ini sedang berjalan di seluruh Indonesia termasuk di OKU, hal ini sebagai upaya untuk mengendalikan covid 19.

“Di OKU sudah satu tahun lebih kasus covid ini, kasus pertama terjadi tanggal 26 Maret 2020 dan hingga saat ini belum juga reda,berbagai upaya pemerintah sudah dilakukan namun hasilnya belum maskimal, dan salah satu upayanya dengan vaksin ini,” ujarnya.

Vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan ini dijelaskan oleh Andi Prapto dilaksanakan serentak di seluruh Puskesmas di 13 Kecamatan se Kabupaten OKU.

“Silahkan bapak/Ibu guru untuk langsung datang ke puskesmas di 13 kecamatan se Kabupaten OKU,” tandasnya. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

3 × 2 =