Ribuan Orang “Akan Kepung” Bandara Atung Bungsu Pagaralam

H

Wali kota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Basjuni M Kes

Wali kota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Basjuni M Kes

B, PAGARALAM – Ribuan orang dari berbagai daerah, di Sumatra Selatan, akan mengepung Bandara Atung Bungsu, di Dusun Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatra Selatan (Sumsel), tapi bukan untuk menguasai dan blokade lapangan terbang. Hanya untuk meramaikan acara relly wisata dan camping di acara Oktober Fest 2016 yang akan berlangsung 22-23 Oktober 2016 mendatang.\r\nIde gila ini muncul setelah Wali kota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati M Kes, molontarkan keinginan ini dan langsung disambut #pagagalam MoveOn, untuk merealisasikannya. Meskipun banyak memunculkan kontroversi dan reaksi dari sejumlah kalangan, tidak membuat pelaksana kegiatan ini surut.\r\nReaksi muncul karena Bandara merupakan “Objek Vital” yang tidak bisa sembarang masuk termasuk melakukan kegiatan, apalagi kemah. Aturan ini tertuang dalam UU Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan.\r\nJustru mendorong semangat panitia untuk membuat kegiatan yang lebih menarik dan menjawab seribu tanda tanya dan kecuriagaan akan penyalah gunaan izin yang diberikan, termasuk mengangkangi aturan tersebut.\r\nTapi ini ide hanya untuk memancing reaksi agar dunia tau jika di Pagaralam ada “BANDRA ATUNG BUNGSU”.\r\nAda beberapa agenda yang cukup menarik di acara Camping Oktober Fest, meliputi penghijauan, relly wisata, contes photo, dan aero modelling.\r\nRibuan orang yang “menyerbu Bandara Bandara Atung Bungsu” bukan untuk melakukan aksi boikot atau gerakan untuk melakukan tindakan anarkis dan tidak puas dengan program pemerintah kota ini.\r\nTapi kehadiran mereka untuk memeriahakan acara “OKTOBER FEST 2016″ yang dimotori #Pagaralam MoveOn, dengan menggelar sejumlah kegiatan sèperti penghijuan, dan airomodeling termasuk relly wisata.\r\n”Kegiatan ini kita buat justru untuk promosi jika di Pagaralam kota kecil yang baru lahir 21 Juni 2001 lalu terdapat Bandara Atung Bungsu, yang sudah didarati pesawat foker TransNusa dan Susi Air,” kata Wali kota Pagaralam, Hj Ida Fitriati, M Kes, pagi tadi.\r\nIa mengatakan, apa yang dimaksud dalam UU Nomor 1 tahu 2009, tentang penerbangan tidak kita abaikan dan dilanggar, akan tetapi sekali sebut di “Bandara” itu pemahaman banyak orang.\r\n”Namun kegiatan camping ini tidak menggunakan runway atau landasan pacu pesawat, tapi disekitar bandara kecuali aero medelling,” tegas Ida.\r\nIa mengatakan, kemudian kegiatan ini hanya memanfaatkan areal sekitar bandara agar bandara terlihat ramai termasuk untuk menarik wisata, dengan catatan tetap mematuhi aturan dan ketentuan tentang batasan penggunaan areal Bandara.\r\nSementara itu Panitia pelaksana kegiatan Oktober Fest 2016, Eko Soejianto mengatakan, tidak ada yang diabaikan dalam kegiatan mengambil lokasi di Bandara, baik camping, relly wisata dan contes photo semua dilakukan di luar Bandara.\r\nKecuali untuk, kata Eko, untuk kegiatan aero modelling memang permainan ini gunakan pesawat kecil dikendalikan remot kontrol dan harus di memakai runway Bandara.\r\n”Akan tetapi ini tidak ganggu waktu jadwal penerbangan dan termasuk pada saat pesawat mendarat,” ungkap dia pula. (mkh).\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

3 × two =

Berita Populer

Terbaru