RSD Besemah Butuh Dana Rehab Berat Rp7 Miliar

RSD Besemah Butuh Dana Rehab Berat Rp7 Miliar

Plt Direktur RSD Kota Pagaralam, Hardianto S.pM

Plt Direktur RSD Kota Pagaralam, Hardianto S.pM

\r\n\r\nHB, Pagaralam – Rumah Sakit Besemah (RSD), Kota Pagaralam, Sumsel, butuh dana untuk perbaikan secara menyeluruh fasilitas yang ada sebesar Rp5-7 miliar. Mengingat sejak tahun 2008 lalu hingga kini belum pernah ada rehab besar. Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSD Besemah dr Hardianto S.pM, didampingi Kabid Layanan Mirza, tadi pagi. \r\nMenurut dia, peningkatan layanan harus diimbangi dengan ketersedian fasilitas untuk pasien dan pegawai agar agar semuanya nyaman dan aman.\r\n”Saat ini kita butuh dana besar antara Rp5-7 miliar untuk merehab sekitar 15 bangunan yang terdiri dari 126 tempat tidur rawat inap, 79 tempat tdur kelas III termasuk VVIP dan kelas I,” kata dia.\r\nIa menambahkan, RSD Besemah dengan 12 dokter umum, 10 specialis, 2 dokter gigi, 4 perawat, 11 pegawai khusus terapi, 22 pegawai khusus kebidanan, dan 21 pegawai khususu farmasi.\r\nKemudian, kata dia, ditambah pegawai non kesehatan 109 dan 108 non kesehatan….. dengan jumlah jenguk capai 72,677 pasien setiap tahun membutuhkan perbaika seluruh fasilitas agar layaman dapat lebih baik.\r\n”Termasuk pengecetan bangunan, penggantian peralatan, renopasi ruangan termasuk mengganti bagian bangunan yang hampir ambruk,” ujar dia.\r\nHardianto mengatakan, RSD Besemah di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan pada Januari 2012 akan resmi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), karena dinilai sudah memenuhi persyaratan administrasi. \r\n”RSD Besemah Pagaralam merujuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 sudah memenuhi persyaratan, untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah,” kata p Direktur RSD Besemah lagi.\r\n”Kalau kita sudah menerapkan BLUD tidak tergantung lagi dengan pemerintah daerah, dan pelayanan akan semakin dapat ditingkatkan, karena keuangan akan dikelola sendiri. Hal ini juga sangat berkaitan dengan kesejahteraan pegawai dan petugas kesehatan, namun masih butuh suntikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam karena kunjungan masih belum maksimal,” kata dia.\r\nHardianto menegaskan, program ini dilakukan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan dalam bidang kesehatan kepada masyarakat Pagaralam.\r\nProgram BLUD tersebut,  Menurut dia, bukan hanya dapat mendorong peningkatan pelayanan saja, tapi upaya memotong birokrasi keuangan yang sering menjadi persoalan utama bagi rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan atau operasionalnya sehari-hari.\r\n”Kalau program ini sudah berjalan maksimal semua pendapatan yang diterima RSD atau yang selama ini disumbangkan menjadi pendapatan asli daerah, akan dikelola sendiri. Jadi semua kebutuhan mulai dari honor pegawai dan belanja kebutuhan rumah sakit dapat ditentukan sendiri tanpa harus melalui birokrasi yang berbelit-belit,” jelasnya.\r\nNamun, ditambahkan Kabid Layanan Mirza, untuk menjadi BLUD tidak gampang dan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya sudah lulus penilaian administrasi, laporan keuangan dan rencana strategis program kerja, termasuk sudah melalui penilaian dari tim yang dibentuk Pemerintah Kota Pagaralam.\r\n”Rumah sakit bisa dinyatakan memenuhi persyaratan menjadi BLUD bila lulus penilaian, yaitu bidang standar pelayanan, tata kelola keuangan, melalui penilaian tim, termasuk tim ahli dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan,” ujar tambah Mirza.\r\nPrioritas untuk kelas III, mengingat untuk VVIP dan kelas I hanya sekitar 10 persen tingkat pelayanan yang disediakan RSD Besemah. \r\n”Begitupula dengan sarana penunjang lain berupa peralatan kesehatan yang dapat mendukung pelayanan akan terus ditambah, seperti alat pemeriksaan urine, jantung, laboraturium, rontgen, ahli fisioterapi dan berbagai peralatan lainnya,” ujar Mirza.\r\nSementada itu Wali Kota Pagaralam dr Ida Fitriati mengatakan, program BLUD diberlakukan bertujuan agar seluruh paramedis dan pegawai rumah sakit ini dapat lebih meningkatkan pelayanan terutama kepada pasien.\r\n”Sebagai salah satu program pemerintah di bidang kesehatan, selain kondisi gedung rumah sakit yang sudah cukup megah, dan pelayanannya juga harus menjadi prioritas utama,” ujar Ida.\r\nIda Fitriati mengatakan, rumah sakit ini selesai dibangun tahun 2008 lalu melalui APBD dengan dana sekitar Rp53 miliar, di atas lahan seluas 3bhektare terletak cukup strategis di tengah-tengah kota.\r\n”Lokasinya bahkan merupakan pintu masuk dari Kabupaten Empatlawang, Bengkulu, dan Lahat. Bila semakin meningkat pelayanan dan sarana pendukung, akan mendorong masyarakat untuk datang berobat ke RSD Besemah, termasuk dari daerah tetangga,” kata Ida. (vrn)\r\n

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

eighteen − 8 =

Berita Populer