Sisihkan Anggaran Pada Sektor Pertanian, Nopran Marjani Beri Harapan Baik Pada Petani

Lahat, Pajar Bulan – Calon Bupati Lahat Periode 2018-2023 H.Nopran Marjani;S.Pd dan Herliansyah, SH.MH, jika diberikanAmanat pada Pilkada bulan Juni 2018 untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lahat pada program pertama yang akan dilakukan adalah menitikberatkan kebijakan pada sektor pertanian dengan wadah BUMD.
Hal ini terungkap saat kampanye dialogis bersama masyarakat Kecamatan Pajar Bulan yang diselenggarakan di desa Pulau Panggung.(6/2)

Menurut pasangan nomor urut 1 ini Kabupaten Lahat perlu membangun BUMD Pertanian sebagai penjamin harga hasil panen petani.
“Masalah klasik di sektor pertanian adalah timpangnya biaya produksi dibandingkan harga jual hasil pertanian.
Badan usaha milik daerah atau BUMD Pertanian akan memberikan jaminan harga untuk hasil panen petani, selain itu BUMD akan menjadi rumah olah hasil pertanian lahan sebagai upaya meningkatkan PAD.” Ujarnya.

H. Nopran menambahkan bahwa salah satunya adalah program stek tanaman kopi. “kopi merupakan hasil pertanian unggulan di Kabupaten Lahat, merujuk pengalaman yang sudah melakukan upaya stek akan melipatgandakan hasil panen petani kopi, dan memaksimalisasi tanaman cabe sebab tanaman cabe merupakan potensi besar di Lahat tanaman ini dimaksimalisasi dengan cara menambahkan lahan bibit unggul dan perawatan yang memadai, Selain itu cabe bisa diolah menjadi barang jadi yang sangat potensial menjadi penyumbambang PAD Lahat.”Paparnya.

Pada APBD tahun 2017 di sektor pertanian ada anggaran belanja langsung sebesar Rp. 23,6 miliar per tahun, Padahal untuk membangun BUMD sejatinya hanya memerlukan dana tak lebih dari 5 miliar itu artinya pembangunan BUMD ini hanya akan mengambil dana sebesar 21,2% dari dana belanja langsung yang ada di sektor pertanian.

Sementara untuk stek Kopi untuk Satu Juta Pohon hanya memakan biaya sebesar 2,5 miliar nilai ini hanya bila ini hanya 10,6% dari anggaran yang ada di sektor pertanian saat ini. Sedangkan untuk memaksimalisasi tanaman cabe dan pemetaan potensi pertanian akan disesuaikan dengan anggaran yang ada, 20% hingga 25% dari anggaran pertanian saat ini akan dialokasikan ke sektor ini.
itu artinya untuk melaksanakan program-program utama tersebut hanya mengambil sekitar 50% saja dari APBD sektor pertanian yang ada saat ini.”ujar mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan ini. (Vinna)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

17 − five =