Sumsel Bidik Wisata Kebun Kopi Pagaralam

Ketua Forum Pendamping UMKM Sumsel, Salama Sri Susanti

Ketua Forum Pendamping UMKM Sumsel, Salama Sri Susanti

HB,PAGARALAM – Kota Pagaralam yang memiliki kekayan alam yang begitu besar baik dari sektor panorama keindahan alamnya dan juga dari bidang pertanian, didukung luas areal pertanian, tentunya sangat potensial jika Sumatra Selatan (Sumsel) juga menyiapkan wisata alam perkebunan kopi. \r\nDaerah ini cukup banyak potensi objek wisata alam seperti kebun teh, Gunung Dempo, hutan kota, air terjun, dan ada yang pelu kita siapkan wisata kebun kopi dan perswahan, namun pengelolaanya harus profesional termasuk merubah mindset. Hal ini diungkapkan Ketua Forum Pendamping UMKM Sumatera Selatan Salama Sri Susanti.\r\nSalama mengatakan, potensi kopi Robusta yang di miliki Kota Pagaralam masuk katagori 5 besar terbaik di Indonesia, namun ada kelebihanya memilki cita rasa tersediri.\r\n”Namun tentunya yang harus menjadi perhatian kita untuk merubah pola pengelolaan kebun kopi lebih yang memang sesuai dengan permintaan pasar, misalnya kualitas buah, sistem pengelolaan dan penanaman kopi,” kata dia.\r\nKemudian, kata dia, kebiasaan petani menggunakan pestisida atau racun rumput yang berlebihan, dan memetik kopi dengan srut juga perlu ditobah belum lagi pengelolaan kebun hanya mengandalkan alam.\r\n”Masyarakat kita harus bisa merobah tradisi dari nenek moyang baik tehnik memetik, penatan kebun dan termasuk pengelolannya sehingga kebun bisa dimanfaatkan untuk kunjungan wisata,” kata Salama kepada wartawan Harianbesemah.Com.\r\nIa manambahkan, untuk Sumsel sendiri Kota Pagaralam masuk katagori kopi rubusta terbaik, maka diminta masyarakat yang memiliki kebun kopi dapat merawat kebun dengan baik, hingga menghasilkan kualitas kopi terbaik.\r\n”Minum kopi di jaman modern seperti sekarang lebih dari gaya hidup, bisa dibayangkan di dunia dibutuhkan 8 miliar gelas kopi perharinya,” ungkap dia.\r\nData ini diambil dari sta bak yang merupakan tempat-tempat minum kopi dan terdapat hampir di seluruh negara di dunia, kata dia lagi. \r\nSementara itu Wali kota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati M Kes mengatakan, luas wilayah Kota Pagaralam mencapai 63.332 km2 dan sekitar 45 persen merupakan lahan pertanian dan perkebunan. Kemudian Pagaralam memiliki luas hutan lindung 24.000 hektare dengan luas lahan kopi mencapai 9.300 hektare tersebar di 5 kecamatan dengan jumlah penduduk capai 187.000 jiwa, ini bisa menjadi potensi pendukung untuk wisata alam termasuk kebun kopi.\r\n”Kemudian hasil penelitian tim ahli kopi sangat cocok dengan kondisi alam Pagaralam dengan ketinggian 650 hingga 1500 diatas permukaan laut (dpl), ditambah lagi 70 persen penduduk merupakan petani, tapi kendala kita pola tanam dan pengelolaan lahan masih belum baik,” kata Ida.\r\nHasil panen kopi petani Pagaralam masih belum memenuhi permintaan pasar, terutama kandungan resedu masih sangat tinggi.\r\n”Pola fikir atau mindset ini harus dirobah, kalau petani kopi Pagaralam ingin bersaing dipasaran dunia,”ujar dia lagi. (and/mkh)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

8 − seven =