Sweet Seventeen OKU Timur

Oleh : Andrie Zuliansyah, S.P.
Milenial dan Pemuda OKU Timur

Berdasarkan UU nomor 37 tahun 2003 yang diterbitkan pada tanggal 18 Desember 2003 menjadi landasan hukum lahirnya kabupaten dengan jargon “Sebiduk Sehaluan”, OKU Timur. Dan tepat 17 tahun yang lalu, pada 17 Januari 2004, OKU Timur resmi memiliki pemerintahan sendiri dan pada tanggal tersebut jamak kita jadikan sebagai hari jadi kabupaten OKU Timur.

Usia 17 tahun, milenial sering menyebutnya sweet seventeen,, menjadi tanda usia seseorang memasuki kedewasaan awal. Begitu pula kabupaten OKU Timur, pada usia 17 tahun ini adalah usia dimana OKU Timur sudah seharusnya memasuki fase menuju kedewasaan awal. Apa yang menjadi benchmark (ukuran) kedewasaan awal sebagai modal untuk sebuah kabupaten?.

Tentu, tidak ada ukuran baku tentang ini. Tapi setidaknya, kita sebagai bagian dari OKU Timur memiliki harapan-harapan yang terukur untuk kabupaten yang kita cintai ini diusia yang menginjak sweet seventeen. Setidaknya tiga indikator dasar sebagai modal, yaitu kesejahteraan, sumber daya manusia (SDM), dan transportasi komunikasi.

Kesejahteraan. Membahas kesejahteraan tidak jauh dari permasalahan ekonomi dan kemiskinan. Dari sisi laju pertumbuhan ekonomi tanpa migas, OKU Timur menurut BPS pada tahun 2019 bertumbuh 5,86 %. Ini meningkat dari tahun 2018, yaitu 4,43 % dan 3,37% pada 2017. Dan menurut BPS jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga se-OKU Raya, OKU Timur pada tahun 2019 laju pertumbuhan ekonomi tanpa migas lebih moncer dari OKU dan OKU Selatan (5,64% dan 5,07%).

Dalam hal tingkat kemiskinan, tingkat kemiskinan OKU Timur berada di peringkat kedua terendah setelah kota Pagar Alam, yaitu 10,43% (70.400 jiwa). Bahkan, ini lebih rendah dari tingkat kemiskinan rata-rata Sumatera Selatan, yaitu 12,71%. Dari gini ratio (tingkat kesenjangan pendapatan), OKU Timur memiliki indeks gini ratio yang relatif rendah, yaitu 0,276.

Sumber Daya Manusia. Dalam permasalahan SDM, OKU Timur memiliki SDM yang cukup mumpuni. Indikator yang bisa kita jadikan tolak ukur adalah indeks pembangunan manusia (IPM). IPM OKU Timur berada pada peringkat 5 untuk kabupaten/kota di Sumatera Selatan, yaitu 69,34. Tapi jika pada kategori kabupaten saja se-Sumatera Selatan, OKU Timur berada pada peringkat 2, hanya kalah dari kabupaten OKU.

Pembangunan SDM OKU Timur ditopang mumpuninya fasilitas pendidikan dan kesehatan yang ada di OKU Timur ditambah baiknya tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Menurut BPS dalam Sumatera Selatan Dalam Angka 2020, Perguruan tinggi di OKU Timur bisa dikatakan paling banyak untuk tataran kabupaten di Sumatera Selatan dengan memiliki 9 Perguruan Tinggi tahun 2019 (6 di bawah Kemendikbud dan 3 di bawah Kementerian Agama). Dibidang kesehatan, menurut BPS OKU Timur memiliki 4 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 16 klinik kesehatan (Statistik Daerah OKU Timur 2020).

Transportasi Komunikasi. Aksestabilitas dan konektivitas pada revolusi 4.0 menjadi hal yang mendesak. Hampir bisa dikatakan siapa yang tidak terakses dan terkoneksi, maka dunia akan meninggalkannya. Dalam segi fasilitas transportasi, OKU Timur dalam beberapa waktu ini mengalami pembangunan infrastruktur jalan yang drastis. Menurut data BPS, pada tahun 2019 panjang jalan di OKU Timur 1.160, 59 km, 727,6 km jalannya sudah dilakukan pengaspalan. Bahkan, kalau kita merasakan sendiri akhir-akhir ini jalanan OKU Timur mengalami banyak pengaspalan dan perbaikan. Hal ini tidak lain karena peran mantan bupati ikonik OKU Timur, Bapak H. Herman Deru yang saat ini menjadi Gubernur Sumatera Selatan.

Dalam hal komunikasi, menurut BPS pada 2019, 55,07% masyarakat OKU Timur memiliki telepon seluler dan 32% terhubung dengan internet. Ini merupakan modal yang cukup untuk menyongsong revolusi 4.0, dimana semua terhubung dengan internet sehingga masyarakat OKU Timur terkoneksi satu sama lain. Meskipun, kita harus akui ada beberapa daerah yang secara sinyal internet buruk, bahkan belum ada. Tapi setidaknya, untuk saat ini hal tersebut sudah cukup menjadi modal awal.

Ketiga modal awal (kesejahteraan, SDM, dan transportasi komunikasi) yang dimiliki OKU Timur merupakan kekuatan di usia sweet seventeen. Modal awal ini harus bisa dimanfaatkan dan ditingkatkan oleh pemimpin baru OKU Timur, H. Lanosin, S.T. dan HM. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H. Menurunkan tingkat kemiskinan sampai diangka satu digit (di bawah 10%), meningkatkan produktivitas pertanian, mencegah alih fungsi lahan pertanian, dan mengembangkan industri pengolahan berbasis UMKM merupakan sebagian dari beberapa aspek yang bisa dijadikan skala prioritas pemimpin baru OKU Timur di tengah masa pandemi yang memorak-porandakan perkonomian dunia, termasuk Indonesia.

Mari kita bersama-sama di momen sweet seventeen OKU Timur untuk saling bergandengan tangan memajukan kabupaten tercinta kita. Terlepas peran apa yang kita ambil, itu bukan soal. Menjadi soal jika kita tidak mengambil peran atau malah menjadi peran antagonis yang justru mendekonstruksi pencapaian yang sudah OKU Timur capai. Sweet seventeen OKU Timur!

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

1 × five =

Berita Populer

Berita Sumsel

iklan kpu