3 karyawan PDAM Tirta Raja diduga adakan pesta miras dilingkungan kantornya

Tiga Karyawan Ini Diduga Lakukan “Pesta” Miras Dikantornya

OKU, beritakite.com – Prilaku tak terpuji tiga orang karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sangat tak patut untuk di tiru, pasalnya para karyawan tersebut diduga melakukan “pesta” minuman keras (miras) di halaman /pelataran kantor mereka PDAM Tirta Raja Unit Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU.

Berdasarkan foto dan keterangan yang diperoleh wartawan beritakite.com dari warga yang enggan disebutkan namanya tiga orang karyawan PDAM Tirta Raja tersebut diduga tengah “berpesta” minuman keras di halaman/pelataran PDAM Tirta Raja unit Tanjung Agung, nampak dalam foto tersebut 3 karyawan itu tengah menghadapi 2 botol miras jenis wisky, 1 botol bir, 2 botol minuman energi dan mengkonsumsi kacang.

Berdasarkan penelusuran wartawan portal ini, tiga orang yang diduga tengah “berpesta” miras tersebut berstatus karyawan tetap di PDAM Tirta Raja.

Direktur PDAM Tirta Raja Abi Kusno saat coba di konfirmasi Jum’at (12/06/2020) sore terkait dugaan pesta miras karyawan PDAM tersebut melalui aplikasi pesan Whatsapp mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui adanya “pesta” miras yang diduga dilakukan karyawannya tersebut.

“Kalau memang terbukti, lapor polisi saja pak,” ujar Abi Kusno.

Saat ditanya apakah akan ada sanksi dari perusahaan terkait kejadian tersebut Abi Kusno belum dapat mastikannya, karena pihaknya harus menyelidiki dan membuktikan langsung kejadian dimaksud.

“Masalah sanksi kami belum tau, karena kami harus menyelidiki benar atau tidak peristiwa itu, yang pasti kalau bapak melihat laporkan saja langsung ke polisi,” tegas Abi Kusno.

Terpisah Muslimin salah satu tokoh pemuda OKU mengutuk keras kelakuan para karyawan PDAM yang diduga “pesta” miras tersebut.

“Tak layak mereka malakukan “pesta” miras, terlebih dilakukan dikantor seperti itu,” ujar pemuda yang akrab disapa Mimin itu.

Menurutnya dugaan “pesta” miras karyawan PDAM itu mencerminkan lemahnya kontrol dari pimpinan PDAM kepada bawahannya. Dan ini menjadi titik terang penyebab buruknya kualitas pelayanan PDAM Tirta Ogan kepada masyarakat.

Selama ini menurut Mimin masyarakat selalu mengeluhkan kualitas pelayanan PDAM Tirta Ogan, mulai dari buruknya kualitas air yang sampai ke pelanggan hingga air PDAM yang hidup 3 hari sekali, bahkan seminggu sekali.

“Pantas saja air PDAM kualitasnya buruk dan jarang hidup, karena ternyata karyawannya di kantor bukan bekerja memberikan pelayanan kepada pelanggan, tapi malah diduga melakukan pesta miras,” ucap Mimin.

Dirinya juga menduga “pesta” miras ini efek dari model penerimaan karyawan yang tidak beres di PDAM Tirta Raja, menurutnya selama ini pihaknya memperoleh informasi bahwa siapapun bisa menjadi karyawan PDAM asal dekat dengan pejabat di PDAM tak peduli moralnya seperti apa.

“Bupati harus mengambil tindakan tegas, karena permasalahan ini mencoreng citra PDAM sebagai sebuah Badan Usaha Milik Daerah,” tegas Mimin. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

seven − three =

Berita Populer