Tim Peneliti Inovasi Kebencanaan Kabupaten Muba saat menerima penghargaan

Tim Peneliti Inovasi Kebencanaan Muba Raih Pengahargaan Best Paper

MUBA, beritakite.com – Tim peneliti dari Kabupaten Musi Banyuasin yang diketuai oleh Rojaki, M.Pd. selaku guru SMA Negeri 2 Unggul Sekayu dan sebagai Duta Baca Kabupaten Muba beserta anggota tim di antaranya Hj. Marwiyah, S.Pd., M.Pd., Rano Asoka, S.E., M.Si., dan Sri Maryati, S.Pd. M.Si kembali mengharumkan Kabupaten Musi Banyuasin dalam ajang bergengsi tahunan bertajuk Inovasi Sosial dan Teknologi Kebencanaan menuju Revolusi 4.0.

Tim peneliti dabri Muba meraih pengharhargaan sebagai pemakalah terbaik kategori ‘Best Paper’ dengan judul “The Implementation of Disaster Risk Reduction Management Program (DRRMP) through Educating Disaster Ambassador at SMA Negeri 2 Unggul Sekayu”.

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan Ke-6 International Conference on Disaster Management (ICDM) di gedung Auditorium Unhan, Kawasan IPSC Sentul Bogor, Jawa-Barat. Selasa, (19/6/2019).

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan Ke-6 International Conference on Disaster Management (ICDM) diselenggarakan Universitas Pertahanan (Unhan) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini dengan mempertemukan para peneliti, insinyur, praktisi, ilmuwan, dan profesional terkemuka lainnya dalam berbagai disiplin ilmu sosial dan teknik di seluruh dunia yang terkait dengan bencana.

Kegiatan PIT telah diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2014. PIT kali ini mengusung tema : Inovasi Sosial dan Teknologi Kebencanaan menuju Revolusi 4.0. Harapannya adalah bahwa pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan ilmu dan teknologi (IPTEK) melalui pendidikan, riset dasar dan terapan dari berbagai jenis dan karakteristik bencana di Indonesia.

Acara International Conference on Disaster Management (ICDM) 2019 di Unhan menghadirkan 6 enam pembicara yaitu di antaranya Ronald A. Harris Brigham Young Universuty dengan topik Menghargai Nyai Roro Kidul: Risiko Seismik dan Tsunami dari Mega-Thrust Jawa dan Strategi Pengurangan Risiko, Rama Raditya Qlue Indonesia topik Menentukan Implikasi Kota Cerdas Terhadap Pembentukan Kota Ketahanan.

Hadir juga Prof. Dwikorita Karnawati, Ph.D Head of Indonesia Agency forMeteorology, Climatology and Geophysics (BMKG) dengan topik “Strategic and Scalling-Up Efforts of Making Multi-Hazard Early Warning”, untuk sesi pertama dengan moderator seminar Wakil Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Dr. Jonni Mahroza, S.I.P., M.Sc.

Pada tanggal 19 Juni 2019, seluruh pemakalah terpilih yang berjumlah 180 dengan sepuluh tema pilihan mempresentasikan hasil penelitian di hadapan reviewer dan peserta undangan dan masyarakat umum.

Pemakalah terpilih, tim peneliti Muba mampu memberikan yang terbaik pada penulisan artikel ilmiah dan paparan presentasi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia pada saat penilaian oleh reviewer.

Dalam wawancaranya dengan tim redaksi, Rojaki menyampaikan rasa syukur kepada Alloh SWT. bisa hadir pada acara yang bergengsi ini. Terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, yang memberikan dukungan penuh kepada tim peneliti untuk melakukan paparan terlebih dahulu di ruang rapat sekretaris daerah di hadapan Bapak Drs. Apriyadi, M.Si. dan OPD serta tim Kwarcab Pramuka Kabupaten Musi Banyuasin.

“Kegiatan ICDM ini dapat mensinergikan kebutuhan kajian/penelitian di Indonesia sehingga dapat menjadi acuan bersama dalam mengembangkan pengetahuan kebencanaan di Indonesia sehingga menjadi referensi riset yang terintegrasi untuk penanggulangan bencana di Indonesia”tutur Rojaki

Ia mengutarakan bahwa Teknologi big data yang merupakan pilar revolusi industri 4.0 semakin dibutuhkan dalam penanggulangan bencana salah satunya untuk memperkuat mitigasi bencana berdasarkan dampak (impact based forecasting) dan peringatan berdasarkan risiko (risk based warning). Sistem deteksi dini diperlukan guna antisipasi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor dan tsunami, alat deteksi ketahanan Gedung bertingkat dalam menghadapi gempa dan lain-lain.

“Tim peneliti berharap kepada pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mampu memberikan perhatian penuh terkait program pengurangan risiko bencana (disaster risk reduction) dengan membangun kolaborasi yang melibatkan akademisi di institusi perguruan tinggi dan praktisi yang fokus dalam bidang kebencanaan secara sinergis dan penyusunan Perda pengurangan risiko bencana di Kabupaten Muba” Sambungnya.

Tidaknya hanya itu, Pemda Muba diharapkan memberikan ruang kolaborasi seluas-luasnya kepada para peneliti untuk mempetajam kajian-kajian kebencanaan di Muba serta melaporkan kembali hasil kebencanaan tersebut pada ajang PIT ke-7 dan ICDM pada level Asia Tenggara di Universitas Brawijaya, Jawa Timur tahun 2020 Mendatang. (RIM)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

fifteen − fifteen =

Berita Populer