Tragedi Berdarah di Desa Pagar Batu

LAHAT, Beritakite.com – Tak bisa diungkapkan dengan kata kata kesedihan yang dirasa pasangan suami istri Burlian dan Usmawati. Betapa tidak,  warga Pagar Batu ini kehilangan anaknya Putra Bakti.  Putra tewas setelah ditusuk dari belakang saat terjadi bentrok antara warga Desa Pagar Batu PT Arta Prigel dengan warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, Sabtu (21/3)

“Pagi itu sebelum berangkat dia pamit kalau akan ikut bersama warga untuk mendatangi lahan yang bersengketa. Usai pamit itu,  ia meminta bikinkan kopi dan agar kopi tersebut dimasukkan dalam botol.  Kopi itu dibawahnya bersama teman desa yang juga ikut, “kenang Usmawati,  ibu almarhum Putra,  saat dibincangi dirumahnya,  Minggu (22/3).

Setelah itu,  ia bersama dengan Suami pergi ke kebun.  Tak ada firasat apapun.  Namun,  setelah siang, tiba tiba ada warga yang datang dan memberikan kabar jika Sumarlin, adik dari Putra di bawah ke RSUD Lahat.  “Kami pulang dan langsung mau ke RSUD.  Tapi pas sudah naik ojek ada warga saudara yang bilang kami lebih baik tunggu dirumah.  Karena Putra (almarhum) akan pulang. Atas saran itu kami gak jadi ke RSUD dan menunggu dirumah, “terangnya.

Saat dirumah,  ia juga belum tau dan tidak berfikir jika anaknya sudah meninggal.  Namun,  saat tiba dirumah saudara sudah mementangkan kasur dan dari arah masjid terdengar suara beduk (Pertanda ada yang meninggal.  Dari itu,  tiba tiba datanglah warga dan almarhum.  “Pas tiba dirumah baru tahu kalau anak kami sudh meninggal.  Kami mengira yang meninggal itu Marlin tapi ternyata Putra.  Marlin saat itu masih di RSUD,” tuturnya.

Disampaikan Burlian,  dari cerita yang ia dapat jika Putra meninggal karena menyelamatkan adiknya yang saat kejadian sudah terkapar karena kena tusuk dibagian belakang.  Melihat adiknya luka,  Putra datang untuk melindungi sehingga tidak di amuk. Namun,  saat menutupi adiknya ia malah ditusuk dari belakang dengan senjata tajam sehingga meninggal dunia.

“Anak saya itu orangnya penurut.  Tidak banyak ulah.  Sabar. Bahkan sering menasehati saya.  Kami sangat kehilangan.  Atas kejadian ini kami berharap pihak berwajib dan pemerintah bisa menyelesaikannya dan tidak terjadi kembali, “ujar Burlian, ayah dari Putra dan Sumarlin.

Kesedihan juga menimpa keluarga Aman Suryadi,  yang juga tewas dalam kejadian bentrok.  Wajah duka tampak terlihat di wajah istri dan kedua anaknya yang masih berumur dua dan empat tahun.  Aman Suryadi,  juga tewas ditusuk dengan menggunakan senjata tajam.

Sebelumnya,  peristiwa berdarah terjadi antara PT Arta Prigel dengan warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, Sabtu (21/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Bentrok antara keduanya tak bisa terelak hingga nyawa melayang dampak perebutan lahan seluas 180,36 Ha yang sama-sama diklaim oleh dua kubu tersebut.

Perselisihan sebenarnya sudah sejak lama terjadi. Namun,  kembali pecah saat warga berada di lahan sengketa. lahan itu sudah di portal warga sejak tujuh bulan lalu, dan dibuka oleh Polres Lahat Jumat (28/2) lalu. Informasi yang dihimpun, saat kejadian ada sekitar 70 warga yang mendatangi pihak PT Arta Prigel, menuntut lahan tersebut dikembalikan kepada warga. Alhasil ketegangan pun tidak terelakan, sekitar 37 orang dari pihak PT Arta Prigel, dua diantaranya anggota Brimob dan dua lagi anggota Polres Lahat yang lakukan BKO, tidak bisa melerai masa.

Kontak fisik pun akhirnya tidak terelakan, serangan membabi buta antara warga dengan pihak PT Artha Prigel tidak bisa dibendung lagi. Satu petugas keamanan PT Arta Prigel terpaksa dilarikan ke RS mengalami luka-luka, satu lagi bernama Ujang Boy, mengalami luka dibagian wajah dan kepala melaporkan perkara tersebut ke Polres Lahat.

Sementara, empat warga desa Pagar Batu dilarikan ke RSUD Lahat yakni Sumarlin mengalami luka tusuk dan dalam penanganan medis, Lion Agustin dalam penanganan medis, Putra Bakti Warga Desa Pagar Batu alami luka tusuk dibagian belakang dan meninggal Dunia dan Aman Suryadi, meninggal dunia). Ardi kerabat Sumarlin menuturkan, kejadian itu berlangsung cepat. Hanya saja saat pertikaian terjadi, kerabatnya itu dilukai dari belakang oleh pihak perusahaan, bukan dari depan. (Sr)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

fifteen − thirteen =

Berita Populer