Walau Guru Tidak Digaji, PAUD anNuur Tanjung Sakti Tetap Bertahan

Lahat, beritakite.com – Desa Gunung Agung Kecamatan Tanjung Sakti PUMI ternyata memiliki sebuah PAUD bernama PAUD an Nuur. PAUD ini di pimpin oleh seorang Kepala Sekolah berusia 38 tahun bernama Yaslaini AMa.

Wanita lulusan D2 di Bekasi dan sekarang merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Kota Pagaralam ini menjelaskan bagaimana cerita PAUD ini dulu bisa berdiri. “Saya prihatin di Desa ini dulu tidak ada sekolahan. Sedangkan anak-anak jumlahnya banyak. Saat itu kami mencoba menceritakan kegelisahan ini kepada pak camat, maka ia menyarankan agar membuat PAUD,”jelasnya pada awak media ketika dikunjungi.

” Maka pertama kita dulu buat PAUD nya di rumah saya tahun 2009. Saat itu angkatan pertama ada 35 siswa, karena antusias masyarakat sangat besar. Karena tidak muat lagi di rumah saya, maka kami sewa rumah masyarakat selama dua tahun, “tambahnya.

” Kemudian, setelah itu pemilik rumah yang kami sewa kembali ke kampung. Kami tidak punya tempat lagi. Saat itu kondisinya kalo mau dibubarkan kasian anak-anak. Kalo mau dilanjutkan kita semua keterbatasan, karena menggunakan dana pribadi, “ungkapnya.

Yaslaini kemudian menjelaskan, awal tahun 2014 itu kemudian mendapatkan bantuan dari anggota DPRD berupa dana aspirasi untuk pembangunan gedung sekolah. Maka, Yaslaini kemudian meminjam tanah milik warga.” Setelah itu gedung dibangun di tanah pinjaman itu, namun belum selesai seutuhnya karena harus ditambahi lagi dengan dana pribadi, “tambahnya.

” Tanah ini kemudian saya beli dengan dana pribadi kepada pemilik tanah, dan langsung menghibahkan untuk PAUD. Seiring berjalan waktu, kita juga sempat direnovasi oleh dinas pendidikan, “jelasnya lagi.

Saat ini, junlah siswa yang ada di PAUD ini adalah 8 orang. Sedangkan untuk kelas TK, ada juga 10 orang. Adapun jumlah guru di PAUD ini adalah 5 orang dan 1 orang operator.

Yaslaini juga mengatakan bahwa guru-guru di sekolah ini tidak digaji karena siswa yang belajar di sini semuanya gratis. “Jangankan untuk sekolah, mereka untuk makan saja susah. Untuk guru, sebenarnya ada juga BOP setahun sekali. Tapi itu tidak besar, hanya Rp 250.000,- per tahun per guru,”jelasnya.

Untuk sarana prasarana, PAUD anNuur prioritas utama adalah toilet dan pagar di belakang karena bahaya dekat dengan sungai. “Kalo lulus dari sini, anak-anak banyak yang SD di Masam Bulau, karena di sini tidak ada SD. Untuk fasilitas kalo mainan dan ayunan sudah ada,” jelas Yaslaini yang juga berprofesi guru honor ini.

(mhd)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

4 + two =

Berita Populer