Warga Bereuen Aceh Ditemukan Tewas Gantung Diri

Warga Bereuen Aceh  Berstatus Mualaf\r\n\r\n

Kapolres Bireuen Aceh AKBP Novi Herianto SIK

Kapolres Bireuen Aceh AKBP Heru Novianto SIK

\r\n\r\nHB, BIREUEN, ACEH – Nurizatul Izati binti Aritonang, (23) seorang mualaf yang telah menjadi isteri Mabrul bin Ramli, (29), warga Dusun Peugeuta, Gampong Lueng Daneuen, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, ditemukan meninggal dunia dengan cara menggantungkan diri di dalam kamar rumahnya, desa tersebut, sekira pukul 17:30 WIB.\r\n\r\nPenelusura kontributor beritakite.com, seorang perempuan mualaf yang telah menikah dengan seorang warga di Peusangan Siblah Krueng, ditemukan suaminya telah meninggal tergantung di dalam kamar.\r\nPeristiwa tersebut langsung heboh di tengah warga dan saat itu juga rumah duka langsung dipenuhi warga, sebagian mereka awalnya seperti kurang percaya kabar duka tersebut, karena perempuan tersebut selama ini dikenal baik dan juga tidak memperlihat ada tanda-tanda atau gelagat akan mengakhiri hidupnya dengan cara tragis seperti itu.\r\nKapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto, SIk, melalui Kapolsek Peusangan, Iptu Munawar, SH yang diminta keterangan para wartawan, membenarkan peristiwa tersebut. Bahkan dia mengaku baru juga mendapat laporan dari warga kejadian muaalaf tersebut meninggal dengan cara menggantungkan diri saat berada di rumah seorang diri. “Kami begitu mendapat informasi dari masyarakat langsung mendatangi rumah duka bersama tim Unit Identifikasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” katanya.\r\nSetelah melakukan olah TKP, lanjut Iptu Munawar, jasad korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk diperiksa medis. Lalu dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen untuk divisum.\r\n“Hasil visumnya, korban memang meninggal bunuh diri dengan cara menggantungkan diri dengan tali di dalam kamar dan juga sesuai dengan hasil olah TKP yang menemukan barang bukti seutas tali nilon dan kursi di dalam kamar tidur korban. Kursi tersebut diduga digunakan korban sebagai pijakan kaki saat gantung diri,” terangnya.\r\nMenurut Kapolsek Peusangan, berdasatrkan keterangan sementara yang diperoleh pihaknya, korban melakukan harakiri saat seorang diri di rumah dan yang menmukan pertama dia mengakhiri hidupnya seperti itu, langsung oleh suaminya saat kembali ke rumah untuk mengambil baju anaknya.\r\n“Saat Mabrul mau masuk ke rumah, ternyata pintu depan dan pintu belakang terkunci dari dalam,” katanya.\r\nKarena dilihat kondisi rumah sepi, sedangkan Mabrul sebelumnya mengetahui sang isterinya berada di rumah, lalu memanggilnya untuk meminta dibukakan pintu. Namun, tidak ada jawaban dari isterinya di dalam rumah. Lalu, Mabrul mengintip melalui jendela.\r\nBetapa terkejutnya dia, begitu melihat tubuh istrinya telah terkulai lemah dengan posisi tergantung dengan tali gantungan ayunan anaknya.\r\n“Saat itu Mabrul menjerit minta tolong sambil memberitahukan tetangga kejadian tersebut. Selanjutnya melaporkan ke Mapolsek Peusangan,” jelasnya.\r\nKepala Desa atau Keuchik Gampon Lueng Daneun, Muntasar, secara terpisah mengatakan, dirinya juga tidak menyangka Nurizatul mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu, karena selama ini korban dikenal berperilaku baik dan akrab dekat dengan tetangganya.\r\n“Dia juga rajin mengikuti pengajian, walaupun dia itu seorang mualaf, namun  saat ini, kita belum tahu penyebab atau motif dibalik peristiwa ini, korban menikah dengan Mabrul telah dikaruniakan dua putra yang masih kecil-kecil, anak pertama baru berumur 4 tahun dan anak kedua baru berusia  setahun,” tambahnya. (amh)\r\n\r\n 

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

4 × four =

Berita Populer