Tangkapan layar dari video sosialisasi Eddy Yusuf di Desa Batu Putih

Warga OKU Sesalkan Eddy Yusuf Yang Menyatakan “Sogok Gubernur, Tunjuk, Siap Jadi Plt”

OKU, beritakite.com – H. Muslimin Ketua Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu, menyesalkan pernyataan mantan wakil Gubernur Sumatera Selatan, Eddy Yusuf, SH., MM., dalam sebuah vidio berdurasi 7 menit 33 detik saat mensosialisasikan kolom kosong di Kecamatan Baturaja Barat.

Dijelaskan oleh Muslimin video dengan label Warta Hukum Tv yang didapatinya pertamakali dari grup WhatsApp itu Eddy Yusuf menyebutkan bahwa jika kolom kosong menang, maka masa jabatan Plt. hanya 6 bulan.

“Dalam vidio tersebut EY menjelaskan, kalau yang dak katek gambar tu menang (kalau yang tidak ada gambar (Koko-red) menang, bulan 2 dio (Bupati dan Wakil Bupati OKU incumbent Kuryana Azis-Johan Anuar) pensiun abis, bupati pejabat yang ditunjuk oleh gubernur cuma 6 bulan, bukan 6 tahun, bukan 3 tahun uji mamak itu, 6 bulan,” ucap Muslimin menirukan ucapan Eddy Yusuf dalam video tersebut pada menit 3.23 hingga menit 3.42.

Ditambahkan pria yang akrab disapa Mimin tersebut bahwa di vidio itu pada menit 3.45 sampai menit 3.49, Eddy Yusuf menjelaskan kalau betaun – taun lemak jadi Plt bae, untuk apo nak nyalon lagi.

“Pada menit ke 3 detik ke 50 hingga menit ke 3 detik ke 58 Eddy Yusuf melanjutkan dengan menyampaikan kalimat, sogok gubernur, tunjuk, siap jadi Plt, tapi itu 6 bulan, itu aturan pemerintah,” beber Mimin mengulang pernyataan Eddy Yusuf.

Sehingga, Mimin menyesalkan sekelas mantan Wakil Gubernur mengumbar kata sogok gubernur. “Bingung, apakah pernyataan tersebut dimaksudkan bahwa untuk menjadi Plt. Bupati bisa dengan menyogok (suap) gubernur, atau ada maksud lain. Hanya yang ngomong yang faham maksud dan tujuan ucapanya,” ucap Mimin.

Hal senada disampaikan Hastami warga Kecamatan Baturaja Barat. Dirinya merasa heran jika Eddy Yusuf yang pernah menjabat sebagai kepala daerah dengan mudahnya mengatakan sogok gubernur.

“Apa maksud ucapan Pak Eddy itu, apakah Pak Eddy bisa menyogok gubernur untuk jadi Plt ataukah gubernur bisa disogok dalam penunjukan Plt bupati. Kita jadi bingung,” tukas Hastami.

Terpisah, Eddy Yusuf belum dapat dikonfirmasi terkait video tersebut. Saat dihubungi Sabtu (28/11/2020) melalui aplikasi pesan WhatsApp dengan nomor 0822 8282 05** yang bersangkutan tidak membalas pesan yang dikirimkan meskipun status pesan dibaca (dengan tanda dua centang biru-red).

Saat Minggu (30/11/2020) ditelepon ke nomor 0822 8282 05** HP yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif.

Selanjutnya wartawan coba menghubungi Andi Hamdan, SH salah satu orang dekat Eddy Yusuf, menurut Andi Hamdan, Eddy Yusuf pada minggu pagi melakukan kegiatan sosialisasi.

“Pak Eddy pagi ini berangkat Merbau, SP 4 ada 3 titik,” jelas Andi

Andi Hamdan membenarkan bahwa 0822 8282 05** adalah milik Eddy Yusuf.

“Memang jarang di buka (HP Eddy Yusuf), tapi kalau di posko di buka terus,” tandas pria yang akrab di sapa Andi Papi itu.

Andi Papi menjelaskan bahwa hingga saat ini dirinya (secara lisan) berstatus Ketua Relawan Kotak Kosong (Koko) (meskipun tidak ada SK-red). (bw)

 

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

one × four =