
Baturaja- Melihat peningkatan dan penurunan penjualan smartphone beberapa bulan terakhir akibat pandemi Covid-19. Salah satu promotor dan penjual smartphone, Santi menjelaskan adanya efek dari pandemi dalam peningkatan dan penurunan penjualan smartphone.
Penjualan smartphone bisa meningkat di masa pandemi karena pada saat pandemi mau tidak mau masyarakat, terutama orang yang bekerja di kantor dan anak sekolah itu di pindahkan kegiatan hariannya menjadi daring (dalam jaringan) dengan hal itu masyarakat membutuhkan smartphone untuk membantu pekerjaan mereka. Adapun penurunan penjualan smartphone selama pandemi ini terjadi beberapa bulan terakhir dikarenakan banyak pekerja kantor terutama anak sekolah sudah mulai melakukan luring (luar jaringan) walaupun terbatas. “Jelas Santi kepada awak media, Jum’at (11/3/2022).
“Peningkatan penjualan smartphone terjadi pada awal bulan Januari 2021 hingga akhir bulan Oktober 2021 sebanyak kurang lebih 200 buah per bulan smartphone yang terjual, saat semua pekerja dan anak sekolah bekerja atau belajar daring. Adapun penurunan penjualan smartphone terjadi pada akhir bulan Desember 2021 hingga Maret 2022 dimana penjualan laku terjual bisa kurang dari 150 buah per bulan smartphone,” ujarnya.
Banyak gerai smartphone yang mengalami untung dan rugi pada masa pandemi ini, salah satunya gerai yang cukup terkenal di Baturaja yaitu konter 8-Cell Baturaja, Baturaja Lama, Kabupaten Ogan Komering Ulu, tempatnya di Pasar Baru.
Telah berlalu cukup lama pandemi yang ada di Indonesia, sebagaimana yang kita ketahuai bahwa ketika itu terjadi, banyak sekolah serta kantor yang memindhakan kegiatan hariannya menjadi daring (dalam jaringan) sehingga ini menjadi salah satu efek adanya peningkatan penjualan karena pada saat kegiatan daring telah menjadi salah satu kewajiban baru, maka disebabkan hal itulah banyak dari masyarakat yg membeli smartphone di gerai-gerai yang ada, tidak lepas di kota Baturaja. Namun juga terjadi penurunan setelah dimulainya sedikit demi sedikit kegiatan luring (luar jaringan).
“Pandemi telah mengubah banyak hal, termasuk cara berbisnis. Agar bisa bertahan, bisnis pun perlu beradaptasi dan mengubah strategi. Strategi penjualan di masa pandemi yang efektif harus lebih ditingkatkan, saya selaku promotor membuat strategi baru yaitu lebih memperkuat hubungan dengan pelanggan, menghubungi kembali pelanggan, karena pelanggan adalah hal yang penting.” Tandas Santi.
oleh: Jenny Farisca S.K (Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Univ. Baturaja)












Komentar