OKU, beritakite.com – Telah masuknya musim kemarau di Kabupaten Ogan Komering Ulu mendapatkan perhatian khusus dari Kapolres OKU AKBP. Dra. Ni Ketut Widayana Sulandari, Kapolres wanita pertama di OKU itu memberikan perhatian serius untuk mencegah potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten OKU.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres OKU saat diwawancarai wartawan usai upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personil Polri dan ASN di lingkungan Polres OKU pada Senin (01/07/2019).
“Sesuai dengan arahan Kapolda Sumsel, Drs. Firli, M.Si., kita harus antisipasi terjadinya karhutla di Kabupaten OKU,” kata Kapolres.
Bentuk pencegahan yang menurut Kapolres dilakukan melalui 3 pilar yang ada ditengah masyarakat yakni Babinsa, Babinkamtibmas dan aparatur desa.
“Kita setiap hari terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pemasangan banner dan dor to dor ke masyarakat, dan ini setiap hari dilaporkan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas,” jelasnya.
Di Kabupaten OKU sendiri menurut Kapolres telah ada Satgas Karhutla yang diketuai oleh Dandim 0403/OKU dan Kapolres OKU selalu wakil ketua dan juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten OKU.
Terkait sanksi, Kapolres menjelaskan bahwa bahwa sanksi akan diberikan secara tegas namun akan tetap dilakukan secara humanis, dan akan dilihat sejauh mana tujuan karhutla, jika hanya membakar jerami padi, akan dipanggil untuk efek jera dan peringatan serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi.
“Kalau sudah unsur kesengajaan membakar lahan yang luas, yang memberikan efek kepada masyarakat apalagi mengganggu penerbangan, maka akan kita berikan sanksi tegas, terlebih jika perusahaan yang melakukannya,” pungkas Kapolres. (bw)











Komentar