Baturaja, beritakite.com – Adanya bayi yang ditahan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo karena orang tua sang bayi tak mampu membayar biaya perawatan mengundang keprihatinan dari berbagai lapisan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Keprihatinan tersebut akan diwujudkan masyarakat melalui aksi penggalangan dana guna membantu Reni Nopita Sari ibu dari bayi yang ditahan pihak RSUD Ibnu Sutowo Baturaja
Herman Sawiran salah satu jurnalis senior di Kabupaten OKU melalui akun media sosial facebook miliknya menyampaikan ajakan untuk mengadakan aksi penggalangan dana menanggapi berita adanya bayi yang ditahan pihak rumah sakit karena orang tua sang bayi tidak memiliki biaya.
“Kito adokan aksi pengumpulan dana utk Nebus bayi itu”ujarnya melalui akun facebook Herman Comsu Sawiran pada Kamis (20/12/2018).
Menurut Herman setelah mengetahui kondisi yang terjadi pada Reni dan bayinya, pihaknya bersama elemen masyarakat OKU lainnya besok (Jum’at, 21/12/2018) akan melakukan penggalangan dana untuk membantu Reni Nopita Sari agar dapat menebus bayinya.
“Insya All bersama elemen masyarakat OKU lainnya besok akan kita laksanakan penggalangan dana untuk membantu Ibu Reni dan bayinya ” kata Herman saat dihubungi beritakite.com.
Herman menjelaskan bahwa aksi penggalangan dana esok hari akan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Depan Kantor DPRD OKU.
“Aksi tersebut Kita beri nama Forum Jurnalist OKU Peduli Tebus Bayi Ibu Reni, akan mulai pukul 08.00 WIB, di depan DPRD OKU, silahkan bagi masyarakat yang ingin turut serta membantu Ibu Reni dan bayinya” pungkasnya.
Muslimin Jakfar salah satu tokoh pemuda OKU menyambut baik adanya aksi Forum Jurnalist OKU Peduli Tebus Bayi Ibu Reni tersebut , menurutnya pihaknya merasa turut prihatin atas adanya kejadian bayi ditahan pihak rumah sakit tersebut, serta siap turut serta dalam penggalangan dana yang akan dilakukan besok.
“Kitas siap membantu,” ujar pemuda yang akrab disapa Mimin tersebut.
Hal senada diungkapakan salah satu aktifis kemanusian OKU, Yetti Asmara yang merasa turut prihatin atas kejadian tersebut.
“Yang jelas saya merasa turut prihatin dan bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Ibu Reni, sebagai perempuan dan juga ibu rumah tangga dengan dua orang Putra saya memahami dimulai dari masa hamil hingga proses melahirkan adalah masa-masa yang sulit apalagi ditambah dengan beban ekonomi” ujar wanita yang merupakan inisiator Komunitas Sahabat Sehati tersebut
Kepada semua pihak dirinya mengajak untuk bersama sama membantu ibu Reni dan bayinya agar dapat segera keluar dari Rumah sakit dengan cara memberikan santunan berapapun jumlahnya.
“Insha Allah kita dapat membantu beliau, saya yakin bila setiap warga di OKU siapapun itu yang memang berjiwa sosial dan simpati terhadap saudara yang dalam kesulitan, maka akan bersedia membantu dengan cara menyisihkan sebagian rejekinya, berapapun nilainya yang penting niat tulus ikhlas” sambung aktifis kemanusiaan yang akrab disapa Asmara Nian ini.
Senada dengan Yetti Asmara, Amrul Alamsyah Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kab. OKU juga merasa prihatin dengan adanya kejadian tersebut.
“Kita dari K-SPSI akan bersama-sama elemen masyarakat lainnua membantu ibu Reni dan bayinya” ujarnya singkat.
Sementara itu Rudi Hartono Ketua Ikatan Wartawan Online Kabupaten OKU saat dimintai tanggapannya terakait kejadian yang dialami Ibu Reni menjelaskan
“IWO Kab. OKU sangat menyayangkan tindakan yang di lakukan pihak majeman RSUD Ibnu Sutowo, yang menyandra bayi. Karena orang tua tak sanggup membayar biaya, IWO mendesak pihak terkait, Dinkes serta unsur muspida untuk membantu penyelesaian sandra bayi, agar segera di pulangkan” ujar nya.
Menurut Rudi IWO mengajak elemen masyarakt OKU lainnya untuk bersama-sama menggalang dana untuk menebus bayi tersebut.
“Mari bersama-sama kita menggalang dana untuk membantu bayi tersebut, sama seperti yang sudah di lakukan IWO untuk biaya pengobatan warga yang menderita penyakit Hydrochevalus beberapa waktu lalu” pungkasnya. (bw)











Komentar