Oleh : M. Yanuar Anoseputra, S.Pd.I
Ketua Humas & Publikasi KKG PAI Provinsi Kep. Bangka Belitung
Bangka Belitung, Beritakite com – Menjadi seorang guru pada zaman sekarang tidak hanya bertugas mendidik siswa, namun banyak tugas lain dengan kompleksitasnya menjadi beban tugas yang wajib dilaksanakan seorang guru. Jika dulu banyak orang beranggapan dengan menjadi guru maka akan memiliki waktu luang yang lebih fleksible, namun ternyata tidak sepenuhnya seperti itu. Bagi orang diluar profesi Guru, nampak dipermukaan seperti sungai yang tenang. Tinggal datang ke sekolah pagi hari dengan pakaian super rapi, sepatu mengkilat, dan menyandang tas ransel berisi tumpukan nilai, laptop dan alat tulis. Lalu ngoceh di dalam kelas, ngajarin pelajaran yang mungkin dianggap mudah oleh publik. Kemudian ketika jam istirahat duduk manis di kantor sambil bercengkrama dengan rekan sejawat. Lalu jam pulang gas motor lanjut ke kebun.
Namun di bawah aliran yang tenang itu, ada arus deras yang siap menghanyutkan apapun jika tidak waspada. Aliran di bawah justru sangat deras, dan hanya bisa dirasakan ketika orang itu masuk ke dalam sungai. Selain arus deras, ada juga kayu, bebatuan tajam, atau apapun yang bisa membahayakan kaki manusia. Seperti itulah menjadi Guru. Sering dinilai sebagai profesi menenangkan, tetapi justru menghanyutkan di dalamnya.
Menjadi Guru selain memiliki bekal pedagogik, sosial, profesional dan teknologi. Guru harus memiliki jiwa kepemimpinan. Walaupun tidak diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah, setiap guru adalah pemimpin. setidaknya memimpin dirinya sendiri agar mengambil keputusan dan kebijakan atas diri sendiri. Serta memimpin kelas yang merupakan tanggung jawabnya dalam mendidik. Terlebih lagi jika sebagai Kepala Sekolah, ilmu kepemimpinan adalah suatu hal yang fundamental harus dikuasai. Antara guru dan ilmu kepemimpinan memiliki keterkaitan. Namun ternyata, tidak semua orang bisa memimpin.
Memimpin sekolah adalah suatu hal yang nampak mudah, padahal lebih kompleks dari yang terlihat. Banyak keputusan yang akan diambil harus mempertimbangkan dampak. Jika berdampak banyak baiknya, berarti keputusan bagus. Namun jika salah ambil keputusan, siap akan dinilai buruk oleh orang lain serta berdampak pada kualitas sekolah.
Dalam banyak instansi, memilih pimpinan merupakan suatu hal yang sangat fundamental. Orang yang memimpin harus memiliki indikator yang memenuhi syarat sebagai pemimpin. Makanya diadakanlah tes untuk mengetahui kemampuan. Selain itu, ada syarat juga harus sudah memiliki pengalaman memimpin, memiliki riwayat memimpin, dan sepak terjang selama ini. Begitu juga kalo mau milih Bupati, Gubernur, Presiden, Ketua DPR, dll. Semua melihat sepak terjang, melihat riwayat memimpin, pengalaman, dan hasilnya.
Hal ini juga perlu diberlakukan dalam hal mengangkat pemimpin sekolah. Tidak bisa hanya dengan mampu mengoperasikan komputer, mampu menjadi bendahara, mampu menjadi tutor, mampu mengikuti pelatihan level nasional hingga internasional, lantas dia dijadikan pimpinan. Tanpa ada pengalaman memimpin, riwayat memimpin dan hasil memimpin. Semua orang bisa memimpin, tapi tidak semua mampu memimpin. Mulai dari cara menegur Guru ketika melakukan kekeliruan, hingga bagaimana pimpinan menjadi penyemangat agar Guru mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Bukan membuat Guru menjadi bodo amat dan memilih tidak peduli yang penting gaji masuk saja. Jika memang Guru melakukan inovasi, pimpinan harus tau apa yang mesti dilakukan seperti memberi apresiasi. Bukan yang mencari kesalahan saja berbicara, jika ada prestasi walau kecil diam sejuta bahasa. Itulah pentingnya pengalaman manajerial. Semakin banyak pengalaman, semakin dia sudah matang.
Kemajuan sekolah, itu sangat besar pengaruh dari kualitas pimpinan. Bagaimana cara ia mengelola manusia. Agar menjadi tim yang kompak, nyaman, dan selalu berinovasi. Inovasi itu datang dari cinta. Jika orang sudah mencintai, maka akan tumbuh inovasi-inovasi terbaik, ide terbaik, dan tindakan yang dilakukan dengan tulus ikhlas didasari dengan perasaan cinta. Namun jika tidak ada cinta, maka semua akan berjalan biasa saja. Semu dan membosankan.

















Komentar