LAHAT, Beritkite.com – Aktivitas pedagang buah yang memadati bahu jalan di Jalan Prof Dr Emil Salim, tepatnya di depan Balai Yasa Lahat, kembali menuai keluhan dari para pengendara, Sabtu (04/04).
Sepanjang sisi jalan di bagian luar taman milik Balai Yasa, terlihat berjejer pedagang buah dengan berbagai jenis dagangan. Sebagian pedagang menggunakan mobil, namun tidak sedikit pula yang membuka lapak hingga memakan badan jalan.
Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu hak pengguna jalan. Terlebih saat ada pembeli yang berhenti di lokasi, arus lalu lintas kerap tersendat dan berpotensi menimbulkan kemacetan.
Salah seorang pengendara, Sulaiman, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia menilai penertiban harus segera dilakukan secara tegas dan berkelanjutan.
“Manfaatkan saja lokasi pasar buah itu untuk berdagang, jadi tidak perlu lagi sampai harus memakan bahu jalan. Selain membuat jalan kotor, juga sering menyebabkan macet,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini juga tidak sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lahat saat ini, yakni menata kota membangun desa. Ia menilai jika penataan kawasan perkotaan tidak berjalan maksimal, maka tujuan tersebut sulit tercapai.
“Kalau begini terus, program menata kota membangun desa bisa gagal,” tambahnya.
Padahal, upaya penertiban terhadap pedagang di kawasan tersebut telah berulang kali dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait. Sebagai solusi, Pemkab Lahat juga telah menyediakan lokasi khusus bagi pedagang buah, yakni di area pasar buah yang berada di sisi kanan Pasar Lematang Lahat.
Keberadaan pasar buah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pedagang agar tetap bisa berjualan tanpa mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah kembali mengambil langkah tegas dan konsisten dalam menertibkan pedagang yang masih berjualan di bahu jalan, demi mendukung terwujudnya penataan kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman sesuai dengan visi pembangunan daerah.(Jn)












Komentar