
Baturaja, beritakite.com – Efek dari seringnya pemadaman listrik di Kota Baturaja, masyarakat Kabupaten OKU menilai kinerja PLN Baturaja selama bulan Puasa hingga H-4 Hari Raya Idul Fitri 1439 H kurang begitu memuaskan.
Berbagai tanggapan miring terhadap PLN Baturaja bermunculan baik secara langsung maupun di media sosial.
Seperti hari Minggu (10/6) ini saja listrik mengalami pemadaman di sebagian kota Baturaja, seperti kawasan Kelurahan Sukaraya, Air Paoh dll.
“Sudah tau mau lebaran masih saja, ini banyak kerjaan yang diselesaikan harus kami tunda, kami buat kue,” ucap Sur IRT warga Sukaraya, Minggu pagi.
Hal senada disampaikan Nazier, “Apo-apoan PLN ni, Wong banyak kesibukan perlu arus Listrik, tau-tau padam” ujar Nazier melalui akun facebook nya.
“Kalau ini rapor nya merah, itu saja” sambung Nazier.
Manager PLN rayon Bataluraja area Lahat, Edwardus saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon mengatakan pemadaman ini akibat adanya kabel (gardu) yang los kontak.
“Lagi diperbaiki kita upaya secepatnya” katanya.
Beberapa waktu yang lalu Edwardus beralasan penyebab sering padamnya listrik Baturaja ini lantaran adanya arrester (alat pelindung bagi peralatan system tenaga listrik terhadap surya petir), yang jebol.
Hanya saja, pihaknya mengaku kesulitan mendeteksi arrester mana yang jebol itu. Sebab, ada delapan gardu di sepanjang jalur yang mengalami trouble itu.
“Kenapa padamnya bermalaman? karena kami mencari sumber gangguannya. Kalau bisa dicoba dan meledak, itu kan ketahuan. Artinya kita tahu posisi kerusakannya. Namun ini tidak kelihatan. Apakah bocor atau meledak, dak ketahuan. Kalau malam, tidak bisa diukur. Hasilnya, pasti sero karena udaranya lembab. Jadi terpaksa dilakukan siang ini, dan baru bisa ketemu,” jelas dia.
Nah, karena tidak bisa terdeteksi, maka pihaknya mengambil solusi dengan memutus dua arrester. “Ini tidak bisa ditebak, makanya kami potong saja dua (arrester) diantara delapan gardu itu. Artinya kami amankan dulu. Yang penting seluruhnya bisa beroperasi,” jelas Edwar. (BW)


















Komentar