
Baturaja, baritakite.com – Wartawan yang tetgabung dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) OKU, bersama masyarakat dan beberapa aktivis OKU secara sukarela dan spontan menambal jalan berlubang di kawasan dekat GOR Baturaja Jalan Ir Sukarno, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Sabtu (23/6/2018) sore.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respon atas terjadinya lakalantas di kawasan tersebut pada Jumat (22/6/2018) yang menyebabkan satu orang korban tewas.
Pantauan beritakite.com nampak beberapa orang awak media baik cetak dan elektronik bersama masyarakat membawa secara sukarela bahan untuk menambal jalan, bahan yang dibawa antara lain semen, pasir dan batu koral. Walau hanya beberapa bagian saja yang bisa ditambal namun setidaknya hal itu bisa menutup lubang di jalan dan bisa membantu pengendara yang melintas.
Yusuf warga masyarakat yang turut serta dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan aksi spontanitas atas seringnya kecelakaan yang terjadi di kawasan tersebut.
“Sudah sering terjadi kecelakaan disini, terakhir kemarin (Jumat-red) ada korban meninggal dunia, oleh karena itu kami bersama kawan-kawan berinisiatif menambal lubang ini” ujar Yusuf.
Semenyara itu Herman Sawiran salah satu anggota IWO OKU menyatakan ini dilakukan atas dasar kemanusiaan guna membantu pengendara melintas. Dengan harapan pihak terkait dalam hal ini pemerintah baik pusat dan daerah memperhatikan kondisi insfratruktur di wilayah OKU khususnya jalan berlubang yang sudah sangat sering menelan korban jiwa.
Ini dilakukan kata Herman secara spontan lantaran seringnya terjadi kecelakaan dikawasan itu. Bahkan baru kemarin menelan korban jiwa. Selain itu juga banyaknya komentar netizen yang prihatin dan menyalahkan pemerintah.
“Jadi kita action (tindakan), semua ini bahannya seperti semen dari kami pribadi tidak ada bantuan pemerintah apalagi berbau politik, “tegas Herman didampingi anggota lainya .
Widori salah satu tokoh pemuda di OKU menyebut seharusnya pemerintah daerah dan pusat malu atas adanya tindakan dari para Jurnalis dan masyarakat yang bergerak cepat mengambil tindakan ini.
“Ini sebagai bentuk sindiran kami kepada pemerintah pusat dan daerah, yang terkesan tutup mata atas kondisi jalan yang telah mengalami kerusakan sejak lama, pemerintah jangan hanya tidur” ujar Widori.
“Seharusnya pemerintah pusat melalui satker terkait cepat tanggap dengan kondisi jalan yang telah rusak sejak lama, selain itu pemerintah daerah semestinya juga memiliki kepedulian dengan kondisi jalan nasional yang rusak ini, dengan segera menyampaikan masukan dan usulan kepada pemerintah pusat, jangan menunggu ada korban baru ada reaksi” sambung Bagus salah satu jurnalis yang juga turut serta dalam kegiatan tersebut. (BW)












Komentar