Ket foto : Tim Medis Merekapitulasi hasil rapid test peserta pelatihan sadar wisata di Hotel Santika,Pelembang

Tingkatkan Pengembangan SDM Pariwisata Dengan Gelar Pelatihan Sadar Wisata

PALEMBANG, Beritakite.com – Pelatihan Sadar Wisata yang digelar Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata, Deputi Bidang Sumber Data dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Santika, dekat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Senin (28/9)

Kesempatan langka ini disambut dengan antusias. Pasalnya, biasanya hanya memasuki Hotel Santika di Jalan Radial.  Momen ini juga mendebarkan karena masih di tengah pandemi. Di Sumatera Selatan, kasus positif Covid-19 belum juga menurun, bahkan meningkat dibanding bulan Mei lalu.

Pihak terkait objek wisata di Sumatera Selatan (Sumsel) perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam pengembangan potensi produk wisata. Selain itu, masyarakat juga dituntut untuk sadar wisata, dengan setidaknya menjaga kebersihan. Lazim kita temui di tempat wisata bukan hanya pemandangan yang indah, namun sampah bekas bungkus plastik makanan dan atau minuman yang berserakan di mana-mana. Belum lagi coret-coretan di dinding objek wisata.

Saat ini, pariwisata mengalami dampak paling berat oleh pandemi Covid-19. Okupansi hotel menurun drastis. Mobilitas warga dibatasi, padahal minat masyarakat mengunjungi tempat wisata masih tinggi.

Tanpa wisatawan, pemilik objek wisata tidak mendapatkan penghasilan, termasuk pemilik rumah makan di sekitar lokasi. Objek wisata yang baru berkembang seperti Pelang Kenidai di Pagaralam dan daerah sekitar Lahat, juga kena imbasnya.

“Yang dicari oleh wisatawan di tempat wisata adalah kenangan selain perbedaan atau keunikan dibandingkan objek wisata yang lain,” Ungkap Dr Asep Parantika.

Sementara, Usai pemaparan oleh pemateri, salah satu peserta Haikal, yang mengelola Monumen Ampera bertanya, “Bagaimana mengelola objek wisata dengan anggaran minimalis?”

“Buat kegiatan yang menarik minat banyak orang, mulai dari lomba hingga paket wisata,” jawab Dr Asep.

Di Palembang, pengelola wisata bisa belajar atau mengunjungi Sekolah Pariwisata yang sudah dibangun pemerintah untuk berdiskusi.

Untuk diketahui, Selain menjaga jarak, puluhan peserta yang hadir mematuhi protokol kesehatan, mulai dari rapid test sebelum memasuki ruangan. Tim medis berpakaian APD lengkap yang bertugas langsung melayani usai peserta diregistrasi. Ada peserta yang dilarang mengikuti agenda karena masih demam. (ADC)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

20 − thirteen =

Berita Populer

Terbaru