oleh

Puluhan Wanita Bercadar Minta di Peluk

Baturaja, beritakite.com – Maraknya aksi terorisme akhir-akhir yang melibatkan perempuan sebagai tersangka pada akhirnya berdampak pada stigma negatif terhadap akhwat (wanita) bercadar, sehingga di beberapa daerah terjadi perlakuan diskriminatif terhadap para wanita yang keseharianya mengenakan cadar dalam aktifitas mereka.

Menanggapi stigma negatif tersebut Majelis Taklim Ahlusunah Wal Jama’ah Baturaja pada Selasa (22/5) sore mengadakan aksi sosial dengan nama Moeslem Social Experiment yang dilaksanakan di taman Kota Baturaja tepatnya di simpang Kantor Pos Baturaja, aksi sosial tersebut di ikuti oleh puluhan akwat bercadar yang berdiri di pinggir jalan sambil membentangkan tulisan-tulisan dalam kertas karton, salah satu tulisan yang di bawa akhwat-akhwat bercadar tersebut berbunyi “PELUK SAYA JIKA ANDA MERASA NYAMAN DENGAN KEADAAN SAYA YANG BERCADAR”.

Koordinator aksi sosial tersebut Nur Haura ketika diwawancara beritakite.com menyampaikan bahwa tujuan aksi sosial tersebut adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa akhwat bercadar itu tidak se ekstrim yang dibayangkan masyarakat “Citra wanita bercadar semakin buruk dengan adanya teroris yang bercadar, padahal diluar sana ratusan bahkan ribuan wanita bercadar berusaha mempertahankan cadarnya, dirumah mereka ada yang dihalangi oleh keluarganya untuk bercadar dan diluar mereka di kucilkan masyarakat” ujar Nur Haura.

“Kami tidak seburuk yang dibayangkan sebagian orang, kami ada yang sekolah, ada yang bekerja, meskipun ada sebagian masyarakat yang memandang negatif, kami tetap beraktifitas seperti biasa dan pastinya kami bukan teroris atau pun pendukung teroris, kami mengutuk keras seluruh tindakan teroris yang terjadi di Indonesia” sambung nya.

Aksi sosial tersebut menjadi perhatian pengguna jalan yang sedang melintas kawasan pasar bedug tersebut, banyak wanita pengguna jalan yang sedang berbelanja kebutuhan berbuka pusa menghampiri para wanita bercadar tersebut lantas memeluknya dan memberikan dukungan kepada mereka, nampak suasana haru saat para wanita itu saling berpelukan secara bergiliran sambil menitikkan air mata.

Herza salah satu wanita pengguna jalan yang memberikan pelukan kepada peserta aksi sosial menyampaikan “Saya ikut prihatin ada orang yang menuduh Islam yang melakukan pengeboman, padahal tidak mungkin Islam melakukan itu, walaupun ada yang beranggapan bahwa wanita bercadar itu bagian dari teroris, tapi kami beranggapan bawa wanita bercadar itu bukan teroris, kami sebagai wanita juga ingin seperti mbak-mbak ini bisa berhijab dan bercadar” uajar gadis yang belum berhijab tersebut.

“Saya merespon baik kegiatan mbak-mbak ini, karena kita melihat selama ini mengapa Islam selalu disalahkan setiap ada permasalahan bom ataupun teroris, padahal teroris hanya menggunakan cadar untuk tameng mereka melakukan teror, dan mbak-mbak yang bercadar ini sedang menjalankan kewajiban mereka dalam agama Islam” ujar Fitri pengguna jalan lainnya yang juga memberikan pelukan kepada para peserta aksi. (BW)

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *