oleh

Baim, Bocah Lahat yang Mengejar Mimpi di Lapangan Hijau

-Lahat-32 Dilihat

LAHAT, Beritakite.com – Di sebuah gang kecil di Jalan Anggrek, Kelurahan Bandar Jaya, Kabupaten Lahat, langkah-langkah kecil seorang bocah bernama Ibrachim Afri perlahan mulai menarik perhatian. Anak yang akrab disapa Baim itu bukan sekadar siswa biasa. Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, ia telah menjelma menjadi salah satu pesepakbola muda potensial asal Kabupaten Lahat.

Tubuhnya menjulang 166 sentimeter dengan berat badan 52 kilogram. Di lapangan hijau, Baim dikenal lincah, agresif, dan tajam saat berada di lini depan. Ia biasa bermain di posisi center forward (CF) maupun left wing forward (LWF), lengkap dengan nomor punggung 5 yang selalu melekat di jersey-nya.

Baim lahir di Lahat, 16 Februari 2013, dari pasangan Afriyanto dan Mayusah. Kini ia menempuh pendidikan di SMPIT Ikhlas Cendekia Lahat kelas VII C. Namun, di balik rutinitas sekolah dan tugas-tugas pelajaran, ada mimpi besar yang terus ia rawat: menjadi pesepakbola profesional.

Perjalanan sepak bola Baim dimulai sejak usia dini. Dari turnamen lokal hingga kompetisi nasional, namanya perlahan mulai dikenal. Tahun 2024 menjadi awal langkah penting ketika ia tampil pada ajang SEAFTI Nasional U12 di Bandung. Sejak saat itu, deretan kompetisi mulai ia jalani tanpa lelah.

Dalam berbagai turnamen regional Sumatera Selatan, Baim berkali-kali membawa timnya meraih prestasi. Ia pernah menjadi juara di Garuda Anak Indonesia Region Sumsel, Piala Gubernur Sumsel, hingga Liga Grassroots Indonesia. Tidak hanya itu, insting golnya yang tajam juga mengantarkannya menyabet gelar top scorer di beberapa kejuaraan bergengsi.

Pencapaiannya semakin lengkap ketika ia tampil pada ajang internasional seperti BARATI International Cup di Surabaya dan International Football Championship di Bali. Salah satu momen paling membanggakan adalah ketika Baim terpilih mengikuti seleksi menuju klub Levante, sebuah kesempatan langka bagi pesepakbola muda Indonesia untuk menimba pengalaman lebih tinggi.

Meski sederet prestasi telah diraih, keseharian Baim tetap sederhana. Ia masih bocah yang senang bercanda dengan teman-temannya, menjalani sekolah seperti biasa, dan terus berlatih untuk memperbaiki kemampuan. Baginya, kemenangan bukan hanya soal trofi, tetapi tentang proses panjang dan disiplin yang dijalani setiap hari.

Di balik keberhasilannya, ada dukungan besar dari keluarga yang selalu setia mendampingi. Orang tua Baim terus memberikan semangat agar ia mampu menyeimbangkan pendidikan dan olahraga. Sebab mereka percaya, mimpi besar hanya bisa diraih dengan kerja keras dan karakter yang baik.

Kini, nama Ibrachim Afri mulai menjadi harapan baru sepak bola usia muda di Kabupaten Lahat. Dari lapangan kecil di daerahnya, Baim sedang menapaki jalan panjang menuju cita-cita. Dan siapa tahu, suatu hari nanti, bocah dari Gang Anggrek itu akan berdiri di stadion besar membawa nama Indonesia.(Jn)

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *