oleh

Ber-Haiku Bersama Lisbeth Ho

-Lahat, Nasional-3465 Dilihat

Jika menyebut nama Lisbeth Ho, tentu saja arah pemikiran para penyair yang mengenalnya adalah haiku. Ya haiku, sebuah jenis puisi tradisional yang berasal dari Negeri Sakura, Jepang. Penyebabnya tentu saja menilik pada postingannya yang konsisten dengan puisi jenis ini, serta keaktifannya di grup-grup yang khusus mewadahi para Penulis Haiku. Haiku sendiri merupakan puisi pendek yang hanya 3 larik dan 17 silabel, dengan pola 5-7-5. Syarat umum berikutnya ialah, dalam tubuh haiku musti mengandung kigo (unsur musim) dan Kireji (kata-kata yang digunakan untuk memotong frase dalam haiku).

Perempuan dengan nama asli Elisabeth Holidaya ini lahir di Cimahi, pada Tanggal 25 Februari, dan sekarang tinggal di Salatiga, Jawa Tengah. Ia merupakan alumnus dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di IKIP/ UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Bandung. Pernah bekerja sebagai Instruktur bahasa Inggris sebelum menikah pada sebuah kursus dan akademi di Jakarta . Sejak menikah ia fokus sebagai Ibu Rumah Tangga. Terkadang ia juga terlibat dalam pelayanan sosial rohani di desa-desa daerah pegunungan.

Lisbeth Ho mengaku, menggeluti menulis puisi beberapa tahun belakangan ini saja. Ia mulai membuat dan mendalami Haiku pada Bulan Februari 2015. Selain aktif di beberapa grup Haiku dalam negeri–di laman FB, ia juga mengikuti beberapa grup Haiku di luar negeri termasuk Grup Haiku Italia. Selain awalnya tertarik pada genre Haiku, belakangan ini ia juga tertarik pada cikal bakal tercetusnya Haiku yaitu Tanka dan Haibun. Karena itulah saat ini Lisbeth Ho tengah menjadi salah satu pengurus di grup kepenulisan facebook Kata Ala Katak (KAK), sebuah grup kepenulisan yang khusus membidangi puisi jenis Haiku, Tanka, dan Haibun. Grup KAK yang awalnya didirikan oleh Hamdani Syukri–Penyair asal Sumatera-Barat ini pernah eksis di tahun 2015. Namun, lantaran kesibukan para pengurusnya, grup ini sempat vakum di tahun 2016. Kini, bermodal kecintaannya ber-haiku, Lisbeth Ho mencoba menghidupkan kembali grup sastra tersebut.

Untuk lebih mengenal lagi dengan Lisbeth Ho, dan ingin ber-haiku bersamanya, kita bisa ikut bergabung di grup facebook Kata Ala Katak (KAK).

Di bawah ini kami sajikan contoh karya Haiku dari Lisbeth Ho. Dimana karyanya ini pernah mendapat apresiasi sebagai Haiku terpilih di Grup Haiku Italia:

Rosa profumata

In piena fioritura

Dolce tentazione

******

Fragrant rose of love

At its rich fullest blooming

A sweet temptation

*****

Mawar nan harum

Mekar dengan indahnya

Menggoda hati

#LisbethHo_Haiku, 110317 #My_private_doc pict of roses in a garden on a mountain (Mount Merbabu, Central Java, Indonesia)

Selain menuls jenis haiku, ia juga pernah menulis jenis genre Sonian. Selain itu tetap manulis jenis puisi bebas, kadang menulis karmina, pantun, fiksi super mini, quotation, renungan, puisi mbeling dan belakangan ini ia suka puisi yang kontemplatif. Ia semakin merasa bahwa ia tak ingin cuma mendapat apresiasi dari manusia saja. ia rindu pula mendapat senyum dari Tuhan dalam perjalanan hidupnya yang kian bertambah di dunia ini. Ia pun kadang suka menyertakan hasil fotonya sendiri pada puisi-puisinya

Berikut ini satu jenis puisi Jepang yang lebih tua dari haiku yang sedang ia kembangkan pula di grup Kata Ala Katak yaitu Tanka (57577 suku kata perbarisnya dengan beberapa karakteristik tertentu) serta Haibun ( prosa puitis plus haiku) yang ia biasa kirimkan pula ke grup berbahasa Inggris dan Italia :

#Tanka (Indonesia)

1/

bunga pepaya

anggun di musim.hujan

sunyi berjuntai

putih mungil menawan

sederhana yang manis

******

Papaya flowers

Elegant in rainy seasons

Dangling in silence

Charming tiny white

Sweetness in simplicity

2/

sunyi berjuntai

tiada kupu-kupu

bunga pepaya

liuk bersama angin

air mata mengalir

*******

dangling in silence

no butterflies coming

at papaya flowers

swaying in the wind blowing

fallen petals shed the tears

3/

tiada kupu

bunga pepaya sunyi

burung menghibur

kisah sedih menusuk

jiwa merindu doa

==================

#Tanka (English)

1/

papaya flowers

elegant in rainy season

dangling in silence

charming tiny white

sweetness in simplicity

2/

dangling in silence

no butterflies coming

at papaya flowers

swaying in the wind blowing

fallen petals shed the tears

3/

no butterfly comes

a lone papaya flowers

a songbird comforts

sad story fills a broken heart

a soul hunger of His love

====================

#Tanka (Italiano)

1/

fior di papaya

danza sotto la pioggia

e nel silenzio

bianco tenue morbido

semplicemente dolce

2/

ma nel silenzio

la farfalla non giace

fior di papaya

si librano nel vento

lacrime di petali

3/

un cinguettio

consola quel bel fiore

non la farfalla

così triste quel cuore

si strugge per amore

#LisbethHo, 050417

#Private Document Picture of Papaya Flower across my home

=======================

1/ #Haibun (prosa puitis dan haiku)

CINTA SEDALAM LAUTAN

Sesekali, tengoklah ke sini pada pasir keemasan di mana kita dulu melangkahkan kaki kita menuju samudra itu. Sinar rembulan menguntit kita diam diam. Irama debar debur ombak menjadi lagu kita. Lihatlah malam pun jatuh ke permukaan laut berkilauan memantulkan rasa dan emosi terdalam kita membentuk ribuan riak dari ratusan rindu terpendam kita. Lalu kita mencurahkan semua mimpi ke dalam samudra cinta dengan begitu bebasnya tanpa penghalang apapun. Tak ada lagi dinding penyekat di antara kita.

Bias rembulan

Lukisan pasir emas

Cinta melaut

************

#Haibun ( Poetic prose plus haiku)

LOVE AS DEEP AS THE SEA

Once in a while, have a look here onto the golden sands where we have paced through towards our blue ocean.The moonshine was following us quietly. The rhytm of splashing waves was our tune. See the night was falling into the sea sparkling our feeling and deep emotion forming thousands of ripples of our silent longing.Then we shed our hundreds dreams into the the ocean of love so freely without any barrier. No distance no walls anymore between us.

Moonshine reflecting

Golden sands painting our paths

Sailing sea of love

#LisbethHo, 050417

#Private Document Picture of Indra Rini Beach, South Sea of Yogyakarta, Central Java, Indonesia

Berikut ini sedikit kutipan dari Sekapur Sirih yang ia tuliskan di Grup KAK yang merupakan kerinduan hatinya untuk dunia sastra Indonesia yang diharapkannya kelak bisa melahirkan para pencinta sastra yang akan bergerak ke dunia Internasional membawa harum nama Indonesia. ( Adapun dalam grup KAK itu sudah ada beberapa member dari Singapore, USA dan British yang telah pula mengirimkan karyanya ke sana serta belajar bersama).

“Saya rindu pecinta sastra Indonesia terus berkembang menikmati bukan haiku saja tapi juga bisa menikmati serta membuat Tanka dan Haibun.

Dalam beberapa hari sejak grup i Kata Ala Katak diaktifkan lagi kita bisa lihat kegairahan teman-teman yang sudah biasa membuat haiku belajar bersama hingga mulai bisa membuat Tanka dan Haibun. Sungguh senang senang bahagia melihat perkembangan itu. Bagi saya pribadi bila orang Indonesia suka membaca saja, saya sudah senang di tengah pemelitian bahwa minat baca masyarakat kita katanya termasuk rendah di dunia. Jika ada teman teman yang mau menulis walau sesingkat apapun saya hargai.”

Sebagian dari karyanya baik puisi pendek maupun panjang sudah ada yang dibukukan dalam beberapa buku antologi puisi yaitu : Antologi Puisi “Untuk Jantung Perempuan” Editor Ewith Bahar 2015, Sonian Puisi Genre Baru Editor Ewith Bahar: 2015, Sonian Semenanjung Ombak Biru, Soni Farid Maulana, Ewitg Bahar, Ifa CM, Eunos Asah, Kurniawan Junaedhie: 2016, 1000 Haiku Indonesia (Musim ke 1), Grup NewHaiku: 2015, 1000 Haiku Indonesia (Musim ke 2), Grup NewHaiku: 2016, Indonesians Haiku Anthologies of The Universe, Haiku Semesta, Grup Haikuku Indonesia, Editor Diro Aritonang dan Endang Kasupardi, 2016.

 

 (05/04/2017)

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *