oleh

Bu Sarminem dan Suami Berjuang Bertahan Hidup dari Bantuan Warga

-Lahat-1778 Dilihat

Beritakite.com, Lahat – Sarminem (68th) seorang wanita lansia yang harus berjuang untuk bertahan hidup. Ia menceritakan kampung halamannya adalah yogyakarta. Sedangkan suaminya bernama Sumarno (73th) berasal dari Semarang.

Sejak menikah, mereka merantau ke Lampung. Kemudian merantau ke Lahat dengan harapan dapat hidup layak sebagai pekerja kuli bangunan. Namun, nasib berkata lain bagi mereka.

Bu Sarminem dan Pak Sumarno memiliki tiga orang anak. Dua orang telah meninggal dunia. Tinggal satu orang yang sampai sekarang tidak tahu keberadaannya karena tidak ada kabar. “Mau kirim surat tidak tau alamat, mau pulang kejawa tidak ada ongkos, tidak punya alat komnunikasi,” ungkap bu Sarminem.

Bu Sarminem mengungkapkan, “setiap sholat berdo’a semoga kalo anak itu masih hidup, bisa mencari orang tuanya,” jelasnya. Kini, bu Sarminem hidup di pondok, di dekat kuburan. “Dekat Srinanti,” jelasnya. Beliau menjelaskan itu tanah warga. Dan ia menanam singkong di sekitar pondoknya. Untuk sehari-hari bu Sarminem mengharap bantuan warga untuk bertahan hidup. Suaminya sudah tidak bisa bekerja lagi.

Kamis, 16/03/2017. (Icha)

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *