oleh

Kunjungan Khusus Syaikh Palestina Ke Kediaman Relawan KNRP.

Banyu Asin, beritakite.com – Disela-sela kesibukan kegiatan safari dakwah musim Israk Mikraj pada April 2019 ini, tim Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumsel menyempatkan untuk melakukan kunjungan khusus ke kediaman relawan KNRP dibidang liputan dan pemberitaan elektronik, yang berlokasi di kelurahan Kenten-Palembang pada siang kemarin (Selasa, 02/04/19).

Adalah saudara Banu Sungkowo, salah seorang Relawan media elektronik KNRP-Sumsel pada bulan lalu mendapat musibah wafatnya adik kandungnya. Dimana hal tersebut membuat seluruh keluarga besar saudara Sungkowo benar-benar mengalami kesedihan yang dalam, khususnya sang ibu yang merasa sangat kehilangan anak kesayangannya dan larut dalam duka kesedihannya.

Syaikh Ahmed Ali Albabeli, ulama yang berasal dari Palestina yang saat ini sedang melakukan Safari Dakwah Israk Mikraj bersama KNRP-Sumsel, menyatakan keinginannya untuk melakukan kunjungan takziah ke kediaman saudara sang relawan dalam rangka melerai kesedihan bunda Sri, Ibu kandung Saudara Banu Sungkowo.

Dalam kunjungan ini — dengan didampingi oleh Ketua KNRP Sumsel, Ustaz Siswandi Mukhammad — Syaikh Albabeli menyampaikan ikut berduka-cita atas musibah yang sedang dihadapi, sebagaimana ibu beliau juga pernah mengalami kesedihan dalam yang serupa, yaitu ketika saudara kandungnya harus syahid di jalur Gaza pada beberapa tahun yang lalu saat zionis Israel menyerang Gaza secara membabi buta.

Syaikh Albabeli memberikan tausiah singkat dengan menyampaikan kisah meninggalnya baginda Nabi Muhammad SAW yang mana pada saat itu sahabat-sahabat terkasih baginda Nabi juga seperti tidak dapat menerima takdir wafatnya Sang Nabi, bahkan Umar Bin Khattab sempat menghunus pedangnya dan mengancam akan memenggal kepala siapa saja yang berani mengatakan kalau nabi Muhammad wafat. Sangking tidak siapnya Umar mendengarkan berita kehilangan sosok sahabat terkasihnya itu dan kisah itu menggambarkan betapa stres dan terpukulnya Umar Bin Khattab yang selama ini kita kenal sangat tangguh dan gagah berani. Namun, Abu Bakar mengingatkan Umar bahwa Nabi yang sangat kita cintai ini adalah juga manusia layaknya manusia-manusia yang lain yang pasti akan melewati semua vase-vase kehidupan yang pada akhirnya harus menjalani kepulangan abadi, dimana ruhnya yang mulia itu harus dijemput Allah untuk dibawa ke sisi-Nya kembali. Dijemputnya sosok terkasih ini, tidak harus membuat kita jatuh, melainkan musibah ini diharapkan dapat membuat kita lebih kuat dan diharapkan agar keimanan kita pada keputusan takdir Allah bisa lebih matang lagi.

Pada kesempatan ini Syaikh Albabeli mengharapkan agar kunjungan takziah ini dapat mengakhiri kesedihan bunda Sri dan betapa ingin melihat Bunda Sri bisa tersenyum kembali. Sembari menyuapkan seulas jeruk kepada bunda Sri, Syaikh Albabeli menghibur sang ibu.

“Ibu Sri kehilangan satu putra, tetapi sekarang Allah mengantikan ibu Sri dengan putra baru yang lain yang berasal dari Jalur Gaza. Saya datang dari Palestina dan dengan sengaja datang menjenguk ibu Sri kesini yang sudah saya anggap sebagai ibu kedua saya. Suatu saat nanti ibu dapat berkunjung ke Gaza-Palestina, disana ada putra ibu yang senantiasa menantikan kedatanganmu, wahai ibu”kata Syaikh Ali Albabeli.

Pada kesempatan yang sama, Tim KNRP juga mengunjungi tokoh masyakarat dan dai kondang Palembang, Bapak DR. Haji Kemas Badaruddin, M.Ag. yang juga Dosen Pasca Sarjana UIN-Sumsel, yang tidak lain adalah paman dari saudara Banu Sungkowo relawan KNRP Sumsel. Yang juga berdomisili di kelurahan Kenten- Talang Kelapa, Kabupaten Banyu Asin-Palembang.

Sebelumnya, Tim KNRP — bersama Syaikh Albabeli — sempat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Fath yang berada di daerah Talang Keramat-Banyu Asin. Kedatangan Tim KNRP disambut hangat oleh para pengurus Ponpes dan para santri. Pada kesempatan ini Syaikh Albebeli juga sempat memberikan tausiah dihadapan para santri Al-Fath dan memotivasi generasi muda Islam ini untuk terus menyadarkan masyarakat terkait kewajiban dan tanggungjawab kita untuk segera memerdekakan Palestina dan membebaskan masjid Al-Aqsa dan Kota Suci Alquds dari cengkraman dan kesewenang-wenangan zioinis Israel yang setiap saat ya melakukan penistaan terhadap qiblat pertama ummat Islam itu.(bw)

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *