Salah satu Bocil saat menyampaikan tausiyah di Masjid Ar Raudoh

Lewat “Kulkas”, Bocil Bisa Nasihati Orang Tua Di Masjid Ini

OKU – Biasanya, sebelum sholat taraweh dan witir atau setelah sholat isya di bulan Ramadhan, beberapa Masjid mengadakan tausiyah atau ceramah singkat dengan durasi 10 – 15 menit. Ataupun lebih.

Dan biasanya pula, tausiyah ini disampaikan oleh ustadz kondang, atau tokoh masyarakat setempat. Yang intinya, kebanyakan yang mengisi tausiyah adalah orang dewasa.

Nah, hal berbeda diterapkan oleh pengurus Masjid Ar-Roudoh, RT.06 RW, 07, Perum Niagara Hill, Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur.

Pengurus Masjid ini malah memberi waktu kepada para bocah cilik (bocil) yang tergabung dalam TPA Uswatun Hasanah, untuk mengisi Kuliah Ringkas (Kulkas). Ya. Kulkas, demikian jelmaan nama tausiyah di masjid tersebut.

Mereka diberi kesempatan untuk tampil di depan bapak-bapak/ ibu-ibu jamaah tarawih dan teman-teman sebayanya.

“Tujuannya tak lain untuk melatih mental anak-anak TPA di lingkungan RT kami, untuk berani tampil di depan publik,” ujar Ketua Ta’mir Masjid Ar-Roudoh, Arief Qosim, Jumat (16/04/2021).

Kata Arief, bahwa penampilan para bocil di malam kelima Ramadhan tahun ini, menjadi penampilan yang ketiga. Artinya sudah ada tiga anak yang maju ke hadapan jamaah tarawih.

“Malam pertama, yang menyampaikan tausiyah adalah ananda Akbar, tentang siroh nabi. MC-nya Ilham. Malam kedua, Raisa, tausiyah tentang hormat kepada orangtua. Dan malam ini tadi, ananda Nisa yang menyampaikan tausiyah berjudul wajibnya puasa di bulan ramadhan, dengan tandem Nabila sebagai MC,” jelas Arief.

Sementara itu, ketua RT.06 Tanjung Baru, Riki Kiplie, menyambut baik terobosan yang dilakukan pengurus Masjid Ar-Roudoh.

“Mudah-mudahan, ini dapat terus berlanjut sampai penghujung Ramadhan. Hingga Ramadhan-ramadhan berikutnya. Dan juga dapat jadi bekal mental mereka di kemudian hari,” demikian Riki Kiplie.

Pantauan portal ini, suasana tarawih di Masjid Ar-Raudoh begitu semarak dengan penampilan para anak-anak TPA setempat.

Jikalaupun, ada kalimat yang menyentuh ataupun penceramah cilik itu lupa dengan kalimat yang mau disampaikan, tak segan para bapak berteriak takbir, yang kemudian diiringi oleh jamaah yang hadir. (win)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

12 + 8 =