oleh

Muscab PKB Lahat

-artikel-40 Dilihat

Indikator awal kesehatan politik Daerah

Oleh :

Pimred Berita Kite

LAHAT, Beritakite.com – Muscab Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Lahat menjadi perhatian publik. Mestinya ini menjadi salah satu budaya politik. Parpol sebagai salah satu institusi politik harusnya memang proses pemilihan kepemimpinan dibuka ke ruang publik. Tersebab, muasal yang paling berguna bagi masyarakat dalam konteks kepentingan politik adalah partai politik itu sendiri.

Para kandidat bakal calon mengucapkan semua kalimat-kalimat nya di media sosial maupun dalam redaksi pemberitaan sebagai alat memelihara komunikasi di ruang publik. Publik harus menyambut komunikasi itu untuk dimanfaatkan seturut ikut mengandalikan komunikasi yang sudah dibangun. Terlepas soal proses pemilihan nanti sesuai mekanisme AD/ART Partai. Setidaknya publik ada kesempatan untuk menilai bakal calon. Ini titik awal

pengujian partai politik sebagai lembaga demokrasi yang komprehensif.

Publik ingin melihat dan menilai bahwa agenda musyawarah cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Lahat dalalam prosesnya bukan sekedar “obral bakal calon” partai politik menjadi elemen penting sebagai instrumen tersedianya para calon pemimpin daerah kedepan. Jangan sampai justru malah partai politik tidak memiliki calon pemimpin kepala daerah.

Apatah lagi partai justru tersandera kepentingan politik salah satu calon dalam rangka mempersiapkan pemilihan kepala daerah. Ini yang diantisipasi oleh Andriansyah bahwa kepemimpinan partai bukan sekedar menjaga eksistensi diri dan ambisi pribadi yang tidak terkendali. Pengalamannya sebagai Anggota legislatif menjadi bekal untuk menjaga itu.

Beliau seolah membaca bahwa proses politik kita akhir-akhir ini rawan di manipulasi oleh jaringan-jaringan kepentingan yang malah anti demokrasi. Proses musyawarah ini harus teduh dan tanpa meninggalkan residu politik kedepannya menurut beliau lagi.

Musyawarah partai hendaknya menghasilkan pemimpin politik sebagai inspirator rakyat, pemberi visi jauh kedepan, sebagai solusi permasalahan hukum dan ekonomi serta menjaga kemajemukan sosial.

Musyawarah menjadi lahan untuk menyemai benih kepemimpinan politik. Prosesnya harus lepas dari tokoh-tokoh obralandan penjarahan penguasaan dari pribadi-pribadi yang berjiwa megalomania. Oleh itu, jauh-jauh Ahmad Syari Kurnianto sebagai tokoh muda, tokoh politik, santri, penggiat hukum yang juga salah satu kader murni partai wajib menjaga identitas dan ideologi partai yang dikhawatirkan dikaburkan oleh oportunis dan personalisasi elit politik. Akibatnya jarak antara publik dan politik menjadi terhalang justru oleh partai politik itu sendiri. Sebagai kader yang lahir dari masyarakat biasa dan bukan pejabat publik, beliau seolah ingin nengeaskan bahwa politik adalah perwakilan rakyat bukan perwakilan “kartel”

Musyawarah partai menjadi titik awal indikator kesehatan politik. Publik memang harus menyiapkan pikiran yang sehat untuk membaca dan menilai bagaimana hasil dari proses musyawarah partai politik. Taruhannya memang tak main-main. Kepemimpinan dimasa depan.

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *