Ket foto : Kolam lele media terpal milik salah satu Pokdakkan di Kabupaten Lahat.

Pasokan Ikan di Lahat Bisa Diatasi Jika Pokdakkannya Serius

LAHAT, Beritakite.com – Masih minimnya pasokan ikan lokal membuat pasokan harus mengandalkan dari daerah lain seperti provinsi bengkulu, Lubuk Linggau dan lainya. Kondisi ini cukup disayangkan terlebih potensi pembudidayaan ikan di Lahat cukup potensial. Bahkan, menurur catatan Dinas Perikanan Kabupaten Lahat ada 166 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakkan) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lahat. 

Kepala Bidang Pengelolaan Budidaya Kabid Marully STTPi melalui Kasi Bina Terap Teknologi Penyedian Benih dan Induk Ikan, Kuncoro Nugroho SE mengatakan beberapa kendala yang terjadi sehingga kebutuhan ikan belum bisa terpenuhi. Mulai dari petani ikan di Kabupaten Lahat masih sistem budidaya sambilan atau belum serius dan fokus, kemudian ada juga yang memiliki kolam hanya untuk memelihara, memanfaatkan lahan yang kosong.

“Belun serius memanfaatkan ikan sebagai peluang ekonomi. Budidayanya banyak yang hanya sambilan bukan pekerjaan utama, kemudian tujuannya bukan dijual melainkan untuk kebutuhan momen-momen besar saja,”ungkapnya, Rabu (21/4/2021).

Sementara, Kabid Bina Usaha dan Pemasaran, Ir Juni Hermiati mengungkapkan, konsumsi ikan di Kabupaten Lahat sebanyak 25.4 kilogram per kapita per tahun di tahun 2020, meningkat di bandingkan tahun 2019 sebanyak 24.37 per kapita per tahun. Sedangkan tingkat provinsi sebanyak 44.36 per kapita per tahun dan secara nasional 51 kilogram per kapita per tahun.

“Jumlah itu secara global, mulai dari ikan lele, patin, nila, mas dan ikan sungai,”sampainya. (Sr)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

nine + eight =