OKU – Momen peringatan 77 tahun hari lahir Pancasila 1 Juni 2022 menjadi sebuah momentum untuk meneguhkan jiwa kepemimpinan dari seluruh pemimpin bangsa.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPRD Ogan Komering Ulu Ir. H. Marjito Bachri, ST., saat dibincangi media ini mengenai makna peringatan hari lahir Pancasila, Rabu (1/6/ 2022).
“Nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara yang diwaris kan oleh para ulama dan tokoh pendiri bangsa kita dalam wujud Pancasila merupakan modal dasar bagi kita semua dalam membangun Indonesia,” ucap Ir. H. Marjito Bachri.
Menurut politisi dari Partai Gerindra yang akrab disapa Kang Jito itu, peringatan hari lahir Pancasila pasca gempuran pandemi Covid-19 yang telah membuat ekonomi masyarakat merosot memerlukan kehadiran seorang pemimpin yang secara teguh mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya seorang pemimpin harus mampu memberikan wujud rasa keadilan bagi seluruh rakyat dan bukan hanya keadilan bagi kelompok atau golongan tertentu.

Ditegaskannya bahwa peringatan hari lahir Pancasila tahun ini yang juga menandai 77 tahun Indonesia mardeka, bangsa Indonesia memerlukan seorang pemimpin yang dapat mengamalkan Pancasila secara terbalik dengan utuh.
“Maksudnya terbalik itu, sebagai seorang pemimpin, saat memimpin dia harus dapat mengamalkan sila ke-5 Pancasila terlebih dahulu, karena saat menjadi seorang pemimpin, seharusnya dia sudah selesai mengamalkan sila lainnya dari Pancasila ini yang disebut utuh,” jelasnya.
Dijabarkan oleh Kang Jito bahwa sila ke- 1 dan ke- 2 semestinya seorang pemimpin harus sudah selesai dalam pengalaman beragama dan kemanusiaannya.
Sila ke-1 dan ke-2 ini juga banyak dijabarkan dan di ajarkan oleh ulama, ustadz, kiayai, pemuka agama, serta para tokoh masyarakat.
Ditambahkannya untuk sila- 3 ” Persatuan Indonesia” kita yakin Indonesia akan aman dan bersatu karena kita memiliki TNI dan Polri yang bersama segenap rakyat Indonesia (termasuk sang pemimpin tadi didalamnya) selalu berkomitmen menjaga persatuan bangsa kita.
Silah kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” menurutnya adalah tujuan bernegara dan berbangsa yang termaktub dalam UUD 45 dan hanya seorang pemimpin bangsa yang mampu mewujudkannya.
“Sudah selayaknya diusia 77 tahun Indonesia mardeka rakyat Indonesia melihat tanda-tanda pengamalan sila ke-4, kerakyatan yang dipimpin oleh orang yang bijak dan hikmat dan menuju sila ke-5 keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia,” tandas Kang Jito. (be)










Komentar