LAHAT, Beritakite.com — Ketua PGRI Kabupaten Lahat, Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., M.M, bersama jajaran pengurus A. Hasbi Qodri, M.Pd dan Sukardi, S.Pd., M.M, melakukan audiensi dengan Ir. Sri Meliyana, Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, dalam rangka memperkuat koordinasi program pendidikan dan organisasi, Sabtu (14/11).
Audiensi ini membahas beberapa agenda penting: penetapan Ir. Sri Meliyana sebagai Bunda Guru Kabupaten Lahat oleh PGRI Pusat serta rencana pelaksanaan Retret PGRI pada 6 Desember 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Hasperi Susanto menyampaikan bahwa penetapan Ir. Sri Meliyana sebagai Bunda Guru Kabupaten Lahat bukan sekadar usulan daerah, melainkan ketetapan resmi dari PGRI Pusat. Penetapan ini diberikan berdasarkan dedikasi, kontribusi, serta pengalaman Ibu Sri Meliyana dalam memperjuangkan pendidikan, termasuk perannya di komisi pendidikan.
“PGRI Pusat telah menetapkan Ibu Sri Meliyana sebagai Bunda Guru Kabupaten Lahat. Kami di daerah tentu menyambut dengan penuh rasa syukur dan bangga. Beliau adalah sosok yang memiliki perhatian, komitmen, dan rekam jejak panjang di bidang pendidikan,” ujar Dr. Hasperi.
Ir. Sri Meliyana mengucapkan terima kasih atas amanah tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk bersinergi demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Lahat.
Agenda kedua yang dibahas adalah rencana pelaksanaan Retret PGRI Lahat. Dalam kesempatan itu, jajaran PGRI meminta kesediaan Ir. Sri Meliyana untuk menjadi salah satu pemateri Pengembangan Diri (PD) pada kegiatan yang akan digelar pada 6 Desember 2025.
“Kami berharap Ibu Sri berkenan hadir sebagai pemateri, memberikan motivasi dan perspektif kepada para guru,” kata A. Hasbi Qodri.
Ibu Sri Meliyana menyatakan dukungannya dan berharap agar PGRI senantiasa mengedepankan prinsip konsultasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam setiap kegiatan.
Ir. Sri Meliyana juga mengungkapkan harapannya agar ke depan ada kegiatan besar yang menghadirkan sinergi antara tiga peran utama yang ia emban: Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Bunda Guru Kabupaten Lahat.
“Kita ingin ada kegiatan bersama yang menghadirkan sinergi dan kolaborasi. Dari PAUD, literasi, hingga guru—semuanya harus bergerak bersama untuk memperkuat pondasi pendidikan di Kabupaten Lahat,” ujarnya.
Menutup audiensi, Dr. Hasperi menegaskan bahwa PGRI Lahat siap membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan TP PKK Kabupaten Lahat demi lahirnya program-program yang berdampak luas.
Audiensi berlangsung hangat, penuh gagasan dan semangat kolaborasi, menjadi langkah awal menuju penguatan peran ‘Bunda Guru’ dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Lahat. (Jn)












Komentar