Tersangka M Yanoh saat akan di bawa ke mobil tahanan

Rehab Jembatan Gantung Antarkan Kades Bedegung Ke Penjara

OKU – M. Yanoh (55) nampak tertunduk lesu saat digiring petugas masuk kedalam mobil tahanan Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) yang akan mengantarkannya ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Baturaja.

Kepala Desa Bedegung Kecamatan Semidang Aji tersebut di jebloskan ke Rutan Baturaja atas sangkaan telah melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara dalam pengelolaan dana desa tahun anggaran 2019 dan 2020.

“Hari ini kita melakukan penahanan terhadap oknum kades atasnama M. Yanoh, atas kasus korupsi rehab jembatan gantung desa Bedegung di tahun 2019 dan tahun 2020,” terang Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Pramesti didampingi Kasi Pidsus Johan Ciptadi dan Kasi Intel Variska Adrina Kodriyansah kepada wartawan, Rabu (9’6/21) sore.

Dijelaskan Kajari berdasarkan hasil audit BPKP total kerugian negara pada kasus tersebut adalah 200 juta rupiah.

“Untuk nilai kerugian dikisaran 200 juta. Namun untuk modus korupsinya lebih baik menunggu hasil fakta persidangan saja. Yang jelas saat ini kita melakukan penahanan dan masih dalam proses penyidikan,” lanjutnya.

Kajari menjelaskan, penahanan oknum Kades Bedegung itu setelah lengkapnya bukti-bukti, baik bukit surat, keterangan saksi serta keterangan ahli.

“Kita sudah lengkapi bukti buktinya, baik surat, keterangan saksi, keterangan ahli bahkan berdasarkan keterangan tersangka sendiri,” papar Kajari.

Saat disinggung mengenai adanya tambahan tersangka lain, Bayu tak menampik. Namun untuk saat ini dirinya belum bisa berbicara banyak karena masih melanjutkan penyidikan terhadap M.Yanoh.

“Sudah 15 orang saksi dan ahli yang kita mintai keterangan terkait permasalahan ini. Kemungkinan adanya keterkaitan tersangka baru bisa saja ada, namun untuk saat ini yang kita tahan baru Oknum kades ini saja, nanti tunggu saja perkembangannya,” tukasnya.

Sementara itu, Joni Antoni, SH., selaku Penasehat Hukum tersangka ketika di konfirmasi mengaku akan berupaya melakukan proses penangguhan penahanan.

“Kita akan berupaya mengajukan permohonan penangguhan penahanan. kita akan koordinasi dahulu dengan pihak keluarga terkait siapa yang akan menjamin penangguhan penahanan ini. insya Allah secepatnya akan kita lalukan,” ucapnya singkat. (bw)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

8 + 19 =

Berita Populer

Berita Sumsel

iklan kpu