Kasi Pidsus Kejari OKU Johan Ciptadi, SH

Tersangka Kembalikan Kerugian Negara, Kasi Pidsus Kejari OKU : Pengembalian Kerugian Negara Tidak Menghapuskan Pokok Perkara

OKU – M. Yanoh (55) kepala Desa Bedegung Kacamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu yang menjadi tersangka korupsi dalam pengelolaan dana desa tahun 2019 dan 2020, Rabu (7/7/21) melakukan pengembalian kerugian negara dalam kasus yang mengantarkannya ke hotel prodeo itu.

M. Yanoh melakukan pengembalian kerugian negara diwakili oleh isterinya didampingi oleh kuasa hukumnya Joni Antoni, SH. Jumlah nominal uang yang dikembalikan oleh M. Yanoh adalah sebesar Rp. 204.396.743,79.

“Tersangka M. Yanoh tadi telah mengembalikan uang kerugian negara berdasarkan hasil audit BPKP sebesar
Rp. 204.396.743,79.,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Paramesti, SH., melalui Kasi Pidsus Johan Ciptadi, SH., didampingi Kasi Intelijen Variska Ardina Kodriyansah, SH., MH., saat dibincangi di ruang kerjanya.

Pengembalian kerugian negara tersebut disampaikan Johan tidak akan berdampak pada proses hukum yang tengah dijalani tersangka.

“Tidak akan berdampak, pengembalian kerugian negara tidak akan menggugurkan pokok perkara,” tegas Johan.

Namun disampaikan Johan Ciptadi pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada tersangka M. Yanoh yang telah memiliki itikad baik mengembalikan kerugian negara.

“Kita ucapkan terimakasih tersangka sudah kooperatif, jadi kerja kita tidak sia-sia apalagi ditengah ekonomi negara yang sedang sulit saat ini,” sambungnya.

Kajari OKU Bayu Paramesti, SH., didamping Kasi Pidsus dan Kasi Intel menerima secara simbolis pengembalian kerugian negara dari tersangka M. Yanoh melalui isterinya di dampingi kuasa hukum

Disampaikan oleh Kasi Pidsus bahwa pengembalian uang kerugian negara tersebut bersifat titipan, nantinya di pengadilan majelis hakim yang akan menentukan status uang tersebut, dan uang itu sendiri langsung diserahkan oleh isteri tersangka didampingi kuasa hukumnya ke petugas bank untuk di transfer ke rekening khusus titipan milik Kejaksaan Agung.

“Kami sama sekali tidak punya kewenangan memegang uang itu, jadi tadi langsung isteri tersangka mentransfer ke rekening khusus titipan milik Kejagung, kami hanya memegang bukti transfer ke rekening khusus itu,” tambahnya.

Nantinya ujar Johan tim Jaksa Penuntut Umum di pengadilan akan menyajikan fakta -fakta.

“Majelis hakim yang akan menentukan apakah pengembalian kerugian negara itu diterima, atau harus membayar lebih tinggi atau justru lebih rendah,” bebernya.

Dilanjutkan oleh Kasi Pidsus bahwa nantinnya jika telah ada putusan pengadilan yang bersifat tetap, maka uang titipan tersebut akan langsung di transfer ke rekening Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Nanti kita (Kejaksaan) pegangb1 copy bukti transfernya dan keluarga tersangka pegang 1 juga,” tandas Johan Ciptadi.

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

fifteen − one =