Lahat – Jembatan gantung Desa Banjar Negara merupakan salah satu destinasi wisata Kota Lahat. Sejak zaman dulu, jembatan ini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bersantai ria menikmati indahnya alam.
Jika kita berada di atas jembatan, di hilirnya kita melihat Bukit Serelo yang berdiri kokoh serta berbagai aktivitas masyarakat Pasar Bawah di sungai. Di hulunya, kita akan melihat jembatan ‘oranye’ ikon baru Lahat saat ini.
Siapa sangka, dibalik jembatan gantung ini tersimpan banyak sejarah. Seperti dituturkan oleh Suldan Helmi, Kepala Desa Banjar Negara Kecamatan Lahat menceritakan kepada tim redaksi. “Jembatan ini dibangun zaman Belande. Dulu ini adalah satu-satunya transportasi warga Lahat jika menuju ke seberang (Desa Banjar Negara, Tanjung Payang, dan sebagainya),” ceritanya sambil menyeruput kopi khas Lahat di pelataran rumahnya.
“Dulu alat transportasi disini adalah perahu kayu. Banyak orang menyeberang dengan perahu. Sedangkan di ujung-ujung jembatan gantung, ada semacam ‘tambangan’. Yaitu seperti dermaga perahu-perahu itu,” ungkapnya.
“Namun saat ini, perahu-perahu itu sudah tidak ada lagi. Telah digantikan oleg ban karena lebih simple. Jika air lematang besar, perahu kayu yang ditambang bisa hanyut. Sedangkan ban bisa dikempesi,” tambahnya.
Suldan Helmi selaku kepala desa tentu memiliki cita-cita pembangunan desa. Beliau berencana akan menjdikan Desa ini menjadi Desa Wisata. “Nanti dipinggi-pinggir lematang akan ada wisata kuliner. Misalnya ikan sepit, juada gulung, kince. Kemudian makan siangnya dengan gulai tempuyak, tehung krutuk, ” jelas Suldan Helmi.
“Jembatan ini bisa jadi ikon baru Kabupaten Lahat,” ungkapnya. (Yanuar Anose)
Fotografer : Aan Kunchay










Komentar