oleh

Aksi Kejar-Kejaran Polisi dan Pengendara

Lahat, meski operasi Zebra telah selesai, namun tugas kepolisian tetap berjalan. Meskipun penjagaan di pos polisi masih ketat, namun masih banyak diwarnai aksi nekat para pengendara. Mereka berusaha kabur dari razia dan pemeriksaan polisi. Bahkan, tidak sedikit yang sampai membahayakan diri sendiri dan petugas. Aksi kejar-kejaran ini terjadi di depan UPT Balai Yasa Lahat. Selasa (16/1)

Fenomena ketakutan pengendara itu bak upaya seekor mangsa menghindar dari predator pemburu. Menikung tajam dan langsung melawan arah, juga asal tancap gas asal selamat. Fenomena ketakutan para pengendara terhadap razia banyak disebabkan oleh tidak siapnya prinsip trisiap.

Hariyanto, Polisi yang saat itu sedang bertugas merazia pengendara yang tidak menggunakan helm mengatakan, “Banyak yang harus di siapkan oleh pengendara, Pertama, siap fisik dan stamina. Tidak boleh capek, ngantuk, terpengaruh alkohol atau bahkan narkotika. Kedua, siap kendaraan. Baik kelayakan kendaraan dan surat-surat. Ketiga, siap mematuhi perundang-undangan di Indonesia terkait tertib berkendaraan,” Selasa (16/1)

Namun masih saja pengendara yang bandel, menggunakan bunyi knalpot dengan suara yang mengganggu. Tidak menggunakan helm dan surat-surat yang semestinya selalu di bawa saat berkandara. Sehingga aksi kejar-kejaran masih saja terjadi saat polisi sedang merazia. (Vinna)

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *