oleh

*Duka bagi Mahasiswa Indonesia*

-Politik-1838 Dilihat

beritakite.com, – Kronologi Aksi Tolak Reklamasi di Jakarta yang dilaksanakan oleh BEM SI Se-BSJB :
(oleh BEM UNJ)

Ungkapan _”Don’t judge book by its cover”_ mungkin mewakili apa yang terjadi saat ini. Beberapa jam telah dilaksanakan Aksi Tolak Reklamasi oleh mahasiswa bersama Aliansi BEM BSJB. Tentunya aksi ini dilaksanakan dengan tuntutan yang jelas hingga berjalan aman menuju akhir. Tidak ada peraturan atau Undang-Undang yang dilanggar karena setiap prosedur yang berlaku telah dilakukan.

Namun, lagi-lagi nama baik mahasiswa jelas-jelas dicoreng dengan pemberitaan bahwa aksi hari ini berakhir dengan kerusuhan. Sebagai pencerdasan, lagi-lagi pembaca harus jeli mengkritisi sebelum menyimpulkan.
Kronologi sebenarnya dari kabar yang memberitakan bahwa AKSI hari ini berakhir RICUH itu TIDAK BENAR.

Mengacu pada salah satu keterangan masa aksi Ghozi, salah satu masa aksi dari Politeknik Negeri Jakarta menuturkan bahwa, diakhir menuju pembubaran masa aksi, sempat ada insiden dimana masa aksi tidak diperbolehkan untuk melakukan doa penutup oleh salah satu oknum polisi. Karena kejadian tersebut berada pada posisi di depan masa aksi, maka semua masa aksi akhir ikut maju ke depan untuk menyelesaikan sedikit gesekan yang terjadi.

Di lain sisi, tepatnya di belakang masa aksi, polisi sejak dimulainya aksi sudah membuat border penghalang untuk pengamanan masa aksi, dan disitulah insiden pengeroyokan dimulai.

Awalnya salah satu oknum polisi yang diketahui bernama Yogi mengatakan hal-hal yang tidak mengenakan terkait aksi tersebut, singkat cerita salah satu mahasiswa menanggapi, namun tak dibalas apa pun oleh oknum polisi tersebut.

Saat ada sedikit gesekan di depan terkait doa penutup itulah, salah satu oknum polisi tersebut ternyata melampiaskan kekesalannya. Diawali dengan tendangan dari salah satu oknum polisi, akhirnya masa aksi yang melawan pun membalas tendangan tersebut hingga terjadilah sedikit keributan saat salah masa aksi dikeroyok oleh polisi.

Saat ini dua korban yg merupakan bagian dari masa aksi telah dibawa ke rumah sakit dan telah diberikan pengobatan yang semestinya.

Pesan untuk para pembaca, lebih jeli dan kritisilah setiap pemberitaan yang kalian dengar dan baca, karena saat ini banyak oknum tak bertanggung jawab yang ingin mengarahkan suara publik demi kepentingannya sendiri.

———–

Hari ini Kembali Mahasiswa menelan pil pahit, mendapatkan tindakan represif dari aparat kepolisian saat bersuara menyampaikan aspirasinya menolak reklamasi di Jakarta.

Karenanya Aliansi GARDA SRIWIJAYA menyatakan sikap :

1. mengecam keras tindakan yang di lakukan oleh aparat kepolisian kepada mahasiswa.

2. Menuntut Kapolda Metro Jaya mencopot Oknum Polisi yang melakukan tindakan Kekerasan terhadap Mahasiswa.

3. Dan Menuntut Kapolda Metro Jaya meminta Maaf kepada seluruh Mahasiswa Indonesia.

Bila Cinta Sudah di Buang, Jangan Harap Keadilan akan datang (iwan fals)

Bersatu Melawan Kedzoliman!!!

Hidup Mahasiswa!!
Hidup Rakyat Indonesia!!!

Ttd,
Koordinator GARDA SRIWIJAYA
Presiden Mahasiswa KM UNSRI

Rahmat Farizal.

Sabtu,08/04/2017

Editor : Icha

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *