Lahat, Pencak silat mempunyai unsur seni dan bela diri yang di dalamnya terdapat unsur pengembangan keterampilan, sikap, kepribadian, dan rasa kebangsaan, yang sangat berguna untuk membentuk manusia seutuhnya ( secara jasmani maupun rohani). kepercayaan dan ketekunan diri sangat penting dalam manguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Seperti yang di lakukan siswa-siswi SDN 35 Lahat yang menggunakan waktu libur sekolah dengan belajar ilmu bela diri pencak silat. Jumat (5/1)
Hendriansyah, S. Pd pelatih silat SDN 35 Lahat mengatakan, “aspek fisik dalam pencak silat sangat penting, gerakan pencak silat melibatkan otot -otot tubuh, sehingga dapat berpengaruh baik dalam kemampuan daya otot, keseimbangan, ketetapan maupun kemampuan dalam mengambil keputusan secara singkat dan tepat. fungsi pencak silat sebagai olahraga ini meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.” jelasnya
Ajaran kerohanian juga biasanya pencak silat mengajarkan pengenalan diri pribadi sebagai insan atau mahkluk hidup yang percaya adanya kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. pencak silat juga membangun dan
mengembangkan kepribadian dan karakter mulai seseorang. para pendekar dan maha guru pencak silat jaman dahulu, sering kali harus melewati tahapan semedi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.
“Bagi siswa yang baru belajar pencak silat, ajaran kerohanian ini di berikan kepada mereka untuk mewujudkan keselarasan dan keseimbangan alam sekitar guna membangun bangsa indonesia seutuhnya.” Tukas Herdi
Di daerah tertentu pencak silat dimainkan dengan diiringi musik khas dan gerak serta irama yag khusus. pencak silat sebagai seni harus mengikuti ketentuan-ketentuan dan keserasian antara irama, rasa dan raga. selain diiringi dengan musik, ada beberapa daerah di indonesia yang menampilkan pencak silat semata-mata sebagai seni tari yang sama sekali tidak mirip dengan olahraga maupun bela diri.
Usaha pendidikan juga berperan membimbing dan mengembangkan sikap-sikap pembentukan pengetahuan (kognitif), pembentukan sikap (afektif), pembentukan keterampilan (psikomotor), peningkatan fungsi organ tubuh. Tutup Herdiansyah (Vinna)















Komentar