HUT RI KE 76 : Kemerdekaan dan Kedaulatan Pangan

Oleh : Ahmad Mubasyir, SP
(Co-founder Millenial berdaya / Duta petani Millenial OKU)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk domestik bruto (PDB) pertanian pada kuartal IV 2020 tumbuh sebesar 2,59 persen secara year on year (yoy). Berdasarkan sektornya hanya pertanian yang tumbuh positif di tengah melemahnya perekonomian.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengungkapkan data bahwa pertanian merupakan sektor andalan karena mampu tumbuh positif pada triwulan I 2021, yakni sebesar 2,95 persen. Menurutnya, pertumbuhan tersebut sangat menggembirakan karena 30 persen tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor pertanian. “Dan kalau kita lihat per subsektornya. Hampir seluruh subsektor pertanian bergerak positif,” ujarnya di Kantor BPS, Rabu, 5 Mei 2021.

Subsektor tanaman pangan tumbuh signifikan sebesar 10,32 persen atau naik dua digit dari perkembangan angka sebelumnya. Begitupun dengan subsektor hortikultura yang tumbuh sebesar 3,02 persen. Disusul subsektor peternakan yang tumbuh sebesar 2,48 persen.

Dari data tersebut tentu Menjadi kabar yg menggembirakan, walaupun masih banyak catatan penting yg perlu di perbaiki di bidang pertanian ini misalnya ketergantungan pada produk impor seperti kedelai yg menjadi bahan baku makanan khas Indonesia yaitu tempe, kurangnya kreativitas kolektif yg membentuk brand dari produk pertanian Indonesia seperti jahe merah yg dikawal secara nasional menjadi salah satu produk kebanggaan Indonesia di kancah internasional seperti yg di lakukan Korea Selatan pada komoditas ginseng, momentum pendemi covid-19 ini seharusnya adalah waktu yg pas memaksimalkan momentum itu, karena jahe menjadi salah satu tanaman paling dicari masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh. Lalu PR selanjutnya di sektor ini adalah kita mengalami krisis generasi, anak-anak muda sedikit sekali yg tertarik bergelut di bidang ini. Mungkin karena dinilai kurang bergengsi, kurang memberikan jaminan masa depan dll.

Saya katakan hal tersebut keliru, pembuktian nya adl data yg dirilis BPS tersebut.
Di sekitar kita saja perhatikan misal di Kab OKU terkhusus di kota Baturaja, masyarakat yg selama ini terjamin dengan usaha jasa penyewaan kost, ruko, dan bangunan yg lain hampir sebagian besar kosong tak berpenghuni. Sebagian besar sudah kembali ke Desa bercocok tanam agar bisa melanjutkan hidup. Apalagi dua tahun sudah pandemi ini menjadi tantangan seluruh dunia terkhusus Indonesia, keadaan kita seperti dipaksa isolasi, seperti dikurung hanya pada satu daerah tertentu ditambah lagi geografis negara Indonesia yg berbentuk kepulauan. Akses kesetiap daerah dan pulau-pulau terbatas sehingga mau tidak mau suka tidak suka kita harus bertahan dg semua sumberdaya yg ada di daerah masing-masing.

Saya mengapresiasi kebijakan presiden melalui Mentri pertanian yang beberapa waktu lalu mengukuhkan ribuan Duta petani andalan dan duta petani Millenial seluruh Indonesia sebagai ikhtiar menumbuhkan minat generasi muda berkecimpung di dunia pertanian, mengakselerasi pengetahuan ttg dunia pertanian, dan memberikan sinyal harapan bahwa bertani itukeren dan menjadi petani adl sebuah kebanggaan.

Hanya saya berharap setelah surat keputusan itu di tandatangani maka stakeholder yg bersangkutan segera melakukan percepatan percepatan agar rencana dan niat baik ini segera mewujud menjadi kerja nyata yg dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Juga sbgai ikhtiar menjawab problem tentang kedaulatan pangan. Siapapun pemimpin yang berhasil mengenyangkan semua perut rakyat, ia pasti dicintai rakyat.

Prediksi para pakar kesehatan mengungkapkan bahwa pandemi ini belum ada yg bisa memastikan kapan akan berakhir bahkan ada yg memprediksi ia tidak akan berakhir, lalu jika di dasarkan pada kenyataan tsb apakah kita sbgai Masyarakat ataupun rakyat hanya berdiam diri pasrah tanpa melakukan apa-apa, tentu tidak. Kita bangsa pejuang, kemerdekaan Indonesia direbut dengan darah, harta dan air mata. Jika kita punya semangat yg sama seperti para nenek moyang kita dahulu ketika memperjuangkan kemerdekaan, maka kita juga pasti bisa keluar menjadi pemenang dalam peperangan menghadapi pandemi Covid-19 ini. Dalam setiap Krisis pasti ada peluang, berfokuslah pada peluang bukan pada krisis.

Juga pada kesempatan yg baik ini saya juga mengajak kepada kita semua terutama para generasi muda yg Gandrung disebut generasi millenial untuk mari perkuat kolaborasi kurangi kompetisi, kabupaten ini, provinsi ini, negara ini, terlalu luas untuk bisa dikelola sendiri. Kita butuh kerja kolosal. musuh kita sama, pandemi Covid-19 dan berkaca pada sejarah kemenangan hanya bisa dicapai dengan persatuan. Hal-hal yg berpotensi membuat persatuan kita berkurang atau melemah seoptimal mungkin untuk di hindari bahkan dihilangkan..

Selamat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 tahunMerdeka…!!!

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

1 × four =

Berita Populer

Berita Sumsel

iklan kpu