Massa dari Aliansi Masyarakat Peduli OKU Segel tempat Karaoke di Jl. Sultan Mahmud badaruddin II

Massa Aksi Segel Tempat Karaoke Di OKU

OKU – Massa dari Aliansi Masyarakat Peduli OKU (AMP-OKU) melakukan penyegelan 3 tempat hiburan malam / karaoke yang ada di Kota Baturaja. 3 tempat hiburan malam / karaoke tersebut adalah 2 tempat hiburan malam / karaoke yang terdapat di Jalan Sultan Mahmud Baqdaruddin II Kelurahan Sukaraya dan 1 tempat hiburan malam / karaoke di Jl. Dr. M. Hatta (Dekat Simpang 4 Air Paoh).

Penyegelan tempat hiburan malam tersebut dilakukan oleh massa dari Aliansi masyarakat Peduli OKU disebabkan pelanggaran aturan jam operasional selama PPKM di Kabupaten OKU.

“Kita hari ini menyegel tempat hiburan malam / karaoke ini dikarenakan tempat ini telah melanggar aturaj jam operasional yang dilakukan karaoke ini selama masa PPKM, dimana seharusnya tempat hiburan malam buka hanya boleh hingga jam 22.00, namun karaoke ini malah buka hingga subuh,” ujar Koordinatoe Aksi Josi Robet dalam orasinya.

Dijelaskan Robet bahwa selain melanggar peraturan jam operasional selama PPKM, tempat hiburan malam / karaoke tersebut diduga menjadi sarang prostitusi, serta tempat peredaran narkotika dan minuman keras.

Menurut Robet aksi yang mereka lakukan tersebut adalah puncak  kekesalan masyarakat atas tidak tegasnya Tim Satgas Covid-19 Kabupaten OKU atas pelanggaran yang dilakukan oleh tempat hiburan malam / karaoke di wilayah tersebut.

“Penyegelan ini adalah simbol memuncaknya amarah rakyat, nanti kita akan minta Pemkab OKU untuk menutup semua tempat huburan malam / karaoke,” sambung Robet .

 

Massa Aksi Kutuk Intimidasi Terhadap Wartawan Oleh Pemilik Karaoke

Selain menyoroti gagalnya Satgas Covid-19 dalam menindak pelanggaran PPKM yang dilakukan pengelola tempat hiburan malam/ karaoke massa aksi juga mengutuk intimidasi yang dilakukan oleh oknum pemilik tempat hiburan malam / karaoke terhadap wartawan yang memberitakan pelanggaran PPKM yang dilakukan oleh hiburan malam / karaoke.

“Kita mengutuk keras tindakan intimidasi yang dilakukan oknum pemilik tempat hiburan kepada wartawan yang memberitakan pelanggaran PPKM, ini adalah bentuk premanisme, kami Aliansi masyarakat Peduli OKU menolak segala bentuk premanisme,” tegas Josi Robet.

Hal senada disampaikan tokoh agama OKU yang tergabung dalam GNPF Ulama Kabupaten OKU.

“Kita kan mendukung dan siap melindungi wartawan yang diintimidasi oleh oknum pengusaha karaoke ini, kami telah lama menolak berdirinya hiburan malam / karaoke, karena tempat ini (hiburan malam/karaoke) merupakan sarang maksiat,” ujar H. Ali Khan Ibrahim, ketua GNPF Ulama OKU.

Tolakan tegas terhadap intimidasi yang diterima salah satu wartawan media online juga disampaikan oleh salah satu perwakilan awak media yang ikut dalam aksi tersebut.

“Kami wartawan dalam menjalankan tugas untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dilindungi oleh Undang-Undang N0 40 tahun 1999 tentang Pers, apa yang telah dilakukan oleh oknum pengusaha karaoke ini jelas merupakan perbuatan melawan hukum, karena telah menghalangi tugas wartawan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tegas Leni Juwita orator dari PWI OKU.

Aliansi Masyarakat Peduli OKU sendiri merupakan aliansi masyarakat yang terdiri dari organisasi wartawan, ormas kepemudaan dan ormas keagamaan diantaranya Forum Komunikasi Jurnalis OKU yang merupakan wadah pemersatu wartawan yang ada di OKU baik yang terhimpun dalam IWO, PWI, IJTI,  dan KWRI, Ormas garda OKU, Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu, Himau OKU, sedangkan dari Ormas Keagamaan GNPF Ulama,Laskar Islam,  Bang Jakfar, dan Mujahid/Mujahidah OKU. (Red)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

twelve − two =

Berita Populer

Berita Sumsel

iklan kpu