Baturaja, beritakite.com – Pembangunan infrastruktur jalan yang baik merupakan dambaan setiap warga negara, dengan pembangunan infrastruktur jalan yang baik diharapkan dapat mempermudah akses warga negara menuju pusat-pusat ekonomi, sehingga mempermudah masyarakat dalam melaksanakan aktifitas ekonominya.
Demikian pula halnya masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu, segenap lapisan masyarakat sangat mendambakan kondisi jalan yang baik, sehingga memudahkan aktifitas mereka sehari-hari, keinginan masyarakat ini sesungguhnya telah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, pada APBD Kab. OKU telah banyak pembangunan infrastruktur jalan yang dianggarkan.
Salah satu proyek infrastruktur yang dianggarkan dalam APBD Kab. OKU tahun 2018 adalah pemeliharaan jalan Imam Bonjol Kecamatan Baturaja Timur, dalam APBD kab. OKU tahun 2018 pemeliharaan jalan tersebut dianggarkan Rp. 588.100.000 (limaratus delapan puluh delapan juta seratus ribu rupiah).
Namun sayang besarnya anggaran pemeliharaan Jalan Imam Bonjol tersebut justru dinilai sebagian masyarakat Kabupaten OKU justru berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam proses pelaksanaannya.
Hastami Masril Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Semangat Membela Rakyat (LSM Semar) kepada beritakite.com pada Minggu (7/10) menyatakan bahwa masyarakat telah lama mengeluhkan proyek pemeliharaan Jalan Imam Bonjol yang dilaksanakan oleh CV. YPM selaku penyedia jasa tersebut.
“Masyarakat sudah lama mengeluhkan proyek pembangunan jalan Imam Bonjol ini, anggaran setengah milyar lebih dan hasilnya proyek ini sangat mengecewakan. Belum 1 bulan selesai, namun lapisan semen pada jalan tersebut sudah habis semua dan efeknya masyarakat sepanjang hari disuguhi debu akibat proyek jalan itu” ujar tokoh pemuda yang berdomisili di Jalan Imam Bonjol tersebut.
Pihaknya pun mempertanyakan mutu beton yang dibangun di sepanjang Jalan Imam Bonjol tersebut
“Betonnya mutu berapa in?, kalau Mutu K-250 mustahil bisa berdebu seperti ini, kita selaku masyarakat kita patut menduga negara telah dirugikan dalam pengerjaan proyek ini” sambung Hastami Penuh tanya.
Terpisah Mundzakir warga masyarakat kawasan Kapuran (Jalan Imam Bonjol Kelurahan Sekar Jaya) menjelaskan bahwa sejak awal proyek tersebut telah bermasalah karena dilaksanakan tidak secara profesional oleh pemborong.
“Sejak awal perbaikan jalan sudah beberapa kali terjadi kecelakaan terutama pas di Tebing Rais, saat itu jalan telah ditutup sebelah namun lebih dari seminggu tidak ada aktifitas pengerjaan proyek, karena posisi jalan menanjak dan tidak ada marka jalan yang menunjukkan bahwa jalan sedang diperbaiki, akhirnya pada saat itu jalan ini rawan kemacetan dan kecelakaan” ujar nya
Mundzakir melanjutkan bahwa harapan masyarakat akan kualitas jalan yang baik setelah dibangun akhirnya harus berakhir dengan kekecewaan.
“Setelah perbaikan jalan selesai ternyata juga masih menimbulkan masalah karena buruknya kualitas jalan yang dibangun, sehingga debu menjadi konsumsi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut setiap hari” pungkasnya dengan penuh kecewa.
Pantauan beritakite.com yang proyek pemeliharaan Jalan Imam Bonjol Kecamatan Baturaja Timur tersebut dibangun secara terpisah-pisah dengan panjang masing-masing berkisar antara 5-10 meter dimulai dari kawasan Panca Karya, dilanjutkan dengan kawasan Polsek Baturaja Timur dan Rutan Baturaja, Selanjutnya Kawasan Simpang Rs Sriwijaya hingga Tebing Rais.
Namun sayangnya pemeliharaan jalan tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan, karena pada hampir keseluruhan jalan yang dibangun lapisan semen pada bagian atas jalan telah hilang dan hanya menampakkan batu split dan debu semen bercampur pasir yang menjadi hadiah bagi pengguna jalan yang melintas. (bw)


















Komentar