Bengkulu, Beritakite.com – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Sumatera Selatan Wilayah Kerja Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Gugus Tugas Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (REDAM) Kota Bengkulu, Kamis (25/06).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi dan para pemangku kepentingan guna mewujudkan masyarakat yang harmonis, sadar hukum, serta menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia (HAM).
KemenHAM RI
Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, unsur TNI, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait. Dalam pertemuan itu dibahas strategi dan mekanisme pembentukan Gugus Tugas Kampung REDAM sebagai wadah kolaborasi untuk mencegah potensi konflik sosial, memperkuat budaya damai, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Sumatera Selatan, Hendry Marulitua, menegaskan bahwa pembentukan Gugus Tugas Kampung REDAM merupakan salah satu upaya nyata dalam memperkuat perlindungan, penghormatan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM di tingkat masyarakat.
“Melalui Kampung REDAM, diharapkan terbangun budaya dialog, toleransi, gotong royong, serta penyelesaian berbagai permasalahan sosial secara damai dan bermartabat, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan,” ujar Hendry.
Usai rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Abu Hasan Sazuli selaku Pasi Ops Kodim 0407/Kota Bengkulu dan Danramil 407-05/RA. Dalam paparannya disampaikan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta penyelesaian konflik melalui pendekatan persuasif dan dialogis.
Melalui pembentukan Gugus Tugas Kampung REDAM ini diharapkan tercipta lingkungan masyarakat yang semakin harmonis, inklusif, dan sadar hukum. Selain itu, Kampung REDAM juga diharapkan menjadi percontohan penerapan nilai-nilai HAM, rekonsiliasi, dan budaya perdamaian yang berkelanjutan di Kota Bengkulu.













Komentar