Indramayu , beritakite.com – Pesantren Al-Urwatul Wutsqo yang terkenal dengan sosok pendirinya KH. Yunus Rasyidi terletak di jalan Sempurna No. 32 Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu. Kini pesantren Al-Urwatul Wutsqo Indramayu telah memasuki usianya yang ke-27 tahun.
Pada momentum milad yang ke-27 tahun ini, KH. Yunus Rasyidi ingin sekali bertemu dengan para alumninya. Maka pada tanggal 25 Maret 2017 diadakanlah Silaturahim Nasional Ikatan Alumni Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Indramayu (SILATNAS ITSAR) di kediaman KH. Yunus Rasyidi jalan Tanjung Pura No. 21 Karanganyar-Indramayu.
Dalam SILATNAS ini KH. Yunus Rasyidi berpesan kepada para alumninya bahwa “apapun profesi, jabatan, kedudukan, dan pekerjaan kalian maka jangan pernah lupa untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah, selalu mengevaluasi diri (muhasabah) dan persiapkan diri untuk hari esok/masa depan”.
Selain itu KH. Yunus Rasyidi menyampaikan pesan berharga kepada para alumninya, bahwa penyakit yang berbahaya adalah penyakit hati. Maka untuk mengobati penyakit hati para ulama telah memformulasikan obatnya. Diantara obatnya adalah :
1. Membaca Al-Qur’an dengan mengetahui maknanya.
2. Dzikir malam yang panjang.
3. Menjaga perut dengan Membiasakan puasa.
4. Berkumpul dengan lingkungan yang sholeh.
5. Bangun malam untuk mendirikan shalat dan menyesali semua kesalahan serta bertaubat kepada Allah.
Setelah KH. Yunus Rasyidi menyampaikan pesan dan nasehatnya, beliau berfoto bersama dengan para alumni yang datang dari berbagai daerah. Terakhir KH. Yunus Rasyidi menyampaikan permohonan maaf apabila takdir kematian menghampiri dirinya.
Pesan tersurat KH. Yunus Rasyidi yang tertulis dalam kumpulan puisi yang ditulisnya untuk para alumni adalah “jangan seperti kacang lupa akan kulitnya, jangan habis manis sepah dibuang, jangan meludah ke atas”.
Penulis : Fajar Romadhon, S.Pd.
(Alumni Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Indramayu/ Alumni Universitas Pendidikan Indonesia/Aktivis KAMMI)
No HP : 089630401696












Komentar