oleh

Tak Bayar Hak Pemegang Saham, PT Buana Eltra Digugat Ke Pengadilan

-OKU-1474 Dilihat

OKU – PT. Buana Eltra salah satu perusahaan pertambangan yang melakukan kegiatan pertambangan batubara di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu digugat oleh 2 orang pemegang sahamnya karena dinilai telah melakukan perbuatan ingkar janji (wanprestasi).

Dua pemilik saham yang menggugat tersebut adalah Masagus Hamid Hatta dan MGS. Nanang Rahman.

“Kita hari ini mengajukan gugatan perdata wanprestasi atau ingkar janji yang dilayangkan dua orang klien kita,” ujar Desmon Simanjuntak SH dari Kantor Hukum J.J.A.D & Partner, yang bertindak selaku kuasa hukum para penggugat usai mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Baturaja, Rabu (14/7/2022).

Dijelaskan oleh Desmon bahwa gugatan kliennya tersebut telah teregister di pengadilan negeri Baturaja dengan nomor register 26/PDT G/2022/PN.BTA.

Dilanjutkan oleh Desmon bahwa dalam gugatannya para penggugat mengajukan PT Buana Eltra Sebagai tergugat I, Kemudian Setiawan Ichlas Mantan Dirut PT Buana Eltra Tahun 2012-2013 sebagai tergugat II, dan Muchlis Saleh yang juga mantan Dirut PT Buana Eltra Tahun 2013-2019 sebagai tergugat III atas dugaan perbuatan ingkar janji (wanprestasi).

Dijelaskan oleh Desmon pokok perkara dari gugatan kliennya tersebut adalah, bahwa kedua kliennya sebelumnya merupakan pemilik CV Buana Eltra yang bergerak di bidang pertambangan.

CV Buana Eltra kemudian meningkat menjadi PT Buana Eltra setelah ada investor yang membeli sejumlah saham milik kliennya.

Setelah berubah status menjadi Perseoran Terbatas, para penggugat kemudian melepas 90 persen sahamnya dan masing masing hanya memiliki 5 persen saham di PT Buana Eltra.

Dalam perjalannya, pada rapat pemegang saham luar biasa (RUPS LB) tahun 2012, Saham kedua kliennya dilepas tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Atas keputusan sepihak tersebut,dijelaskan oleh Desmon bahwa kliennya mengajukan protes sehingga akhirnya ada kesepakatan baru tentang Goodwill dimana perusahaan akan membayar sebesar Rp 11.000,- per metrik ton, kepada para penggugat Read

“Dari total hasil produksi, para tergugat harus membayar Goodwill sebesar 30 Milyar Rupiah dan sejak tahun 2013-107 sudah dibayar oleh tergugat tiga sebesar Rp. 18 Milyar. sementara sisanya hingga hari ini belum dibayarkan oleh para tergugat,” jelas Desmon.

Dari pembayaran yang telah dilakukan para tergugat tersebut dijelaskan pula oleh Desmon bahwa masih ada sisa pembayaran yang belum dibayarkan para tergugat dengan total kekurangan Rp 11 Milyar lebih.

“Dan gugatan kita sebenarnya menginginkan sisa Goodwill tersebut dibayarkan,” tandas Desmon didampingi kuasa hukum lainnya, Jontan Rudi Nober dan Firman Raharja.

Sementara itu, pihak PT Buana Eltra saat disambangi awak media dikantornya di Jalan Drm M. Hatta Bakung Baturaja hanya ada satu orang staf dikantor tersebut.

“Saya tidak tahu apa – apa (terkait gugatan), yang pasti saat ini belum ada tim atau pun Humas yang bisa dihubungi untuk konfirmasi,” ucapnya singkat Read.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *