oleh

Tumbuh dari Keterbatasan, TBM Karya Mulya Menebar Harapan

-Sumsel-60 Dilihat

Palembang, Beritakite.com – Di tengah geliat penguatan budaya baca di Sumatera Selatan, sosok Yuli Harsiah hadir sebagai potret ketekunan yang tumbuh dari kesederhanaan. Ia merupakan salah satu peserta dalam kegiatan pembinaan komunitas penggerak literasi melalui Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi Kategori C yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Grand Duta Syariah.

Yuli, yang mewakili Taman Baca Masyarakat (TBM) Karya Mulya, membawa cerita panjang tentang perjalanan literasi dari titik yang nyaris tak terdengar. TBM yang beralamat di Jalan Takwa Mata Merah, Perumahan Kusuma Permai, Palembang itu, kata dia, bermula pada tahun 2016 dengan koleksi yang sangat terbatas, hanya sembilan eksemplar buku bacaan.

“Dulu kami memulai dengan sangat sederhana, hanya beberapa buku saja. Tapi dari situ, semangat untuk terus berkembang tidak pernah padam,” ujar Yuli saat dibincangi pewarta.

Mengikuti bimbingan teknis selama tiga hari, 17 hingga 19 April 2026, Yuli mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, terutama dalam memahami konsep literasi yang lebih luas serta strategi pengembangan TBM yang berkelanjutan. Tak hanya itu, materi tentang penyusunan proposal yang baik dan menarik juga menjadi bekal penting bagi pengelola komunitas seperti dirinya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar tentang literasi, tetapi juga bagaimana mengelola komunitas secara lebih profesional. Materi pembuatan proposal juga sangat membantu untuk pengembangan ke depan,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif edukatif yang dihadirkan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi ruang belajar sekaligus penguat jejaring antar pegiat literasi di daerah.

Lebih jauh, Yuli membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin terlibat. TBM Karya Mulya, katanya, terus mencari energi baru dari para relawan yang memiliki kepedulian terhadap dunia literasi.

“Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung sebagai relawan. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar dampak yang bisa kita hadirkan untuk masyarakat,” tutupnya.

Dari sembilan buku yang sederhana, TBM Karya Mulya kini menjelma menjadi ruang tumbuh bagi harapan, membuktikan bahwa literasi tak selalu dimulai dari kelimpahan, melainkan dari ketulusan dan keberlanjutan.(Jn)

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *