oleh

Ini Bendera Rasulallah Milik Umat Islam Bukan Bendera HTI

Muara Enim – Mungkin saat ini umat islam di hebohkan dengan bendera yang bertuliskan Huruf Arab warna hitam dan putih, bendera ini bertuliskan kalimat syahadat, “La ilaha Illa al- Allah, Muhammad Rasul al-Allah”.

Sebagian masyarakat muslim Indonesaia terutama di Muara Enim mungkin sudah ada yang yang tahu bendera ini dan ada yang belum tahu, yang masyarakat tahu ini adalah bendera HTI.

Sering juga terjadi di TV saat aksi aksi membawa bendera ini selalu di klaim ini bendera HTI. bendera anti Pancasila dll.

” Yuk temen temen kita kepo kepo asal usul bendera ini”. Bendera Al Liwa’ : adalah berwarna putih dan tertera di atasnya kalimah ‘LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH’ dengan warna hitam. Kalimah tersebut bermaksud ‘Tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulnya’.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan, “Bahwa bendera Nabi Muhammad berwarna putih, sedangkan panji beliau berwarna hitam” Riwayat Ibnu Abbas yang lain menurut Abi Syeikh dengan lafaz, “Bahwa pada bendera Nabi Muhammad  tertulis kalimat ‘LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH’.

Semasa perang (jihad), bendera ini akan dipegang oleh  Amirul Jihad (panglima/ketua) perang. Ia akan dibawa dan menjadi tanda serta diletakkan di lokasi Amirul jihad tadi. Dalil yang menunjukkan perkara ini adalah perbuatan (af’al) Nabi Muhammad itu sendiri, di mana baginda (sebagai amir), semasa pembukaan kota Makkah telah membawa dan mengibarkan bendera putih bersamanya.

Dari Jabir, “Nabi Muhammad memasuki Makkah dengan membawa Bendera Al Liwa’ berwarna putih.” [HR Ibnu Majah]. An-Nasa’i juga meriwayatkan Hadis melalui Anas bahawa semasa Nabi Muhammad mengangkat Usama ibn Zaid sebagai Amirul Jihad (panglima) pasukan ke Rom, baginda menyerahkan Bendera Al Liwa’ kepada Usama ibn Zaid dengan mengikatnya sendiri.

Lalu bendera berwarna d Hitam disebut Panji Ar Rayah adalah bertertulis di atasnya kalimah ‘LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH’ dengan warna putih.

Hadis riwayat Ibnu Abbas di atas menjelaskan hal ini kepada kita. Semasa jihad, ia dibawa oleh ketua setiap unit (samada Division, Batalion, Detachment ataupun lain-lain unit). Dalilnya adalah Nabi Muhammad, semasa menjadi panglima perang di Khaibar, bersabda, “Aku benar-benar akan memberikan panji (rayah) ini kepada orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, lalu Rasulullah memberikan panji itu kepada Ali.” (HR Bukhari). Saidina Ali karramallahu wajhah pada masa itu boleh dikatakan bertindak sebagai ketua division ataupun regimen.

Diriwayatkan dari Harits Bin Hassan Al Bakri yang mengatakan, “Kami datang ke Madinah, saat itu dan Nabi Muhammad sedang berada di atas mimbar, sementara itu Bilal berdiri dekat dengan beliau dengan pedang di tangannya. Dan di hadapan Rasulullah terdapat banyak rayah (panji) hitam. Lalu aku bertanya: “Ini panji-panjii apa?” Mereka pun menjawab: “(panji-panji) Amru Bin Ash, yang baru tiba dari peperangan.”

Dalam riwayat At-Tirmidzi, menggunakan lafaz, “Aku datang ke Madinah, lalu aku masuk ke masjid di mana masjid penuh sesak dengan orang ramai, dan di situ terdapat banyak panji hitam, sementara Bilal -ketika itu- tangannya sedang memegang pedang dekat Nabi Muhammad. Lalu aku bertanya: “Ada apa dengan orang-orang itu?” Mereka menjawab: “Beliau (Nabi Muhammad s.a.w.) akan mengirim Amru bin Ash ke suatu tempat.”

Maksud ungkapan “terdapat banyak rayah (panji) hitam” menunjukkan bahawa terdapat banyak panji-panji yang dibawa oleh para tentera, walaupun amir (panglima perang)nya hanyalah seorang, yaitu Amru Bin Ash. Dalam riwayat An Nasa’i, dari Anas, “Bahwa Ibnu Ummi Maktum membawa panji hitam, dalam beberapa pertempuran bersama Nabi Muhammad.” Hadis-hadis di atas dan banyak lagi hadis-hadis lain menunjukkan kepada kita bahawa itulah ciri-ciri bendera dan panji Nabi Muhammad. Nas-nas tersebut juga menunjukkan bahwa hanya terdapat satu bendera (liwa’) di dalam satu pasukan, tetapi boleh terdapat banyak panji (rayah) di dalam setiap unit dalam pasukan yang sama, yang dipegang oleh ketua unit masing-masing.

Jadi klaim orang orang yang awam terhadap bendera tersebut merupakan tuduhan semata. Bendera ini adalah bendera umat muslim, bukan bendera buatan HTI atau milik HTI. ( Jpp )

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar