oleh

Bupati Lahat Hadiri Acara Konvergensi Penurunan Stunting di Sumsel

-Lahat-918 Dilihat

PALEMBANG, Beritakite.com –  Bupati Lahat, Cik Ujang SH turut hadiri acara Penilaian kinerja Kab/kota dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting terintergrasi di provinsi Sumatra Selatan Tahun 2021. Bertempat di The zury Hotel ( 16/6/2021 )

Bupati lahat, Cik Ujang SH didampingi , Asisten III , Kepala Bapeda Kabupaten Lahat, Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Lahat, kepala dinas DPMD Kab Lahat, Dinas Perdagangan dan Disperkim.

Adapun Tim penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten/ Kota Se-Sumsel dalam Pelaksanan Stunting Terintergritas, oleh Bapak Joni Awaludin, SE, MT, MA, didampingi Tim, dari Bappeda Provinsi Sumatra Selatan, Dinkes Provinsi Sumatra Selatan, DPMD Provinsi Sumatra Selatan, DKPP Provinsi Sumatra Selatan, Disperkim Provinsi Sumatra Selatan.

Bupati Lahat, Cik Ujang SH menyampaikan Kabupaten Lahat memiliki luas 4.300 meter persegi serta jumlah penduduk nya 431.394 jiwa Kab. Lahat yang memiliki 24 Kecamatan, 360 Desa dan 17 Kelurahan, batas wilayah kabupaten lahat berbatasan Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Muara Enim sebelah selatan berbatasan dengan Bengkulu Selatan provinsi Bengkulu, Kota Pagar Alam,dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Empat Lawang, juga kabupaten lahat telah mempunyai pecahan kabupaten-kota di Sum-Sel.

Perencanaan pembangunan jangka menengah kabupaten lahat tahun 2019 sampai tahun 2023 Perda no 2 tahun 2020 , tentang Perda kota layak anak tentang pengukuran balita pendek atau stunting perbub no 47 tahun 2007 tentang unit pelaksanaan tehnis perlindungan perempuan dan anak atau UPT PPA. Aksi penurunan percepatan stunting, data tahun 2019 .821 orang 2020 menjadi 1.821 orang

Tahun 2019 ada 11 Lokus Stunting terdiri dari 9 desa dan 2 kelurahan. dapat diketahui tahun sebelumnya ada 5 desa dan 1 kelurahan yang mengalami peningkatan kasus stunting dikarnakan jumlah balita yang di ukur pada tahun 2019 =60,4% sedangkan di tahun 2020 menjadi 80,3,3% sedangkan untuk 4 desa dan 1 kelurahan mengalami penurunan Kasus stunting dikarnakan interpensi yang tepat sasaran,” terangnya

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *