Lahat, Beritakite.com- KAMMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) nyatakan sikap tegas mengenai demokrasi yang begitu memprihatinkan di negara kesatuan republik Indonesia. Termasuk Kabupaten Lahat. Yang pada tanggal 27 juni 2018, di adakan pemilu serentak calon wakil daerah yang nyatanya jelas melakukan kegiatan money politic yang dilarang keras oleh undang-undang.
KAMMI Lahat menyampaikan bela sungkawanya terhadap matinya demokrasi di kabupaten Lahat yang tertulis pada papan bunga yang dikirim untuk Panwaslu dan KPU sebagaimana tugas keduanya yang mengawal dari awal pemilu hingga selesai.
KAMMI nyatakan ketidakpuasan kinerja Panwaslu yang dinyatakan lambat dalam mengambil keputusan yang sudah jelas terbukti tindak money politic yang dilakukan oleh paslon nomor urut 3.
Amin Hamzah selaku ketua KAMMI Lahat mengatakan, “demokrasi sudah mati, yang terus mengembang biakan bibit-bibit koruptor yang akan menjadi pemimpin Lahat. Kejadian kemarin dan hari ini akan menjadi sejarah bagi generasi selanjutnya. Dimana demokrasi sedang krisis nilai-nilai kebaikan didalamnya. Atas nama KAMMI Lahat, kami turut berbela sungkawa atas matinya demokrasi di Kabupaten Lahat.” tegasnya. Jumat (29/6) (VW)












![Lip[1]](https://i0.wp.com/beritakite.com/wp-content/uploads/2017/03/Lip1.png?resize=300%2C178&ssl=1)
![1490806454486[1]](https://i0.wp.com/beritakite.com/wp-content/uploads/2017/03/14908064544861.png?resize=300%2C178&ssl=1)




Komentar