oleh

Pemuda Muslim

-Lahat-273 Dilihat

Takdir Peradaban

LAHAT, Beritakite.com – Yang tak bisa dielak kan takdir dari pemuda adalah menjadi pemimpin. “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan” kalimat ini mengandung syubhat ujar Barack Obama. Tersebab, masih tersisa golongan tua yang enggan meninggal kan kuasa dengan berbagai dalilnya..

Oleh itu, memaknai momen sumpah pemuda ini kita mengikrarkan bahwa pemuda adalah pemimpin hari ini dan masa yang akan datang. Clear …!

Problem masyarakat setiap zaman adalah problem peradaban itu sendiri. Hingga Allah SWT senantiasa memutus setiap rentang seratus tahun seorang pembaharu. Artinya orang yang menghadirkan solusi atas permasalahan sosial masyarakat disetiap zaman nya.

Umat Islam pernah menjadi bagian dari yang memberi senyum indah bagi peradaban dunia. Dengan masa yang sangat singkat untuk mewujudkan senyum itu kisaran 400-500 tahun peradaban dunia mencapai masa keemasan yang gemilang yang berlangsung satu milenial.

Ketika umat ini pernah memberi kontribusi terhadap peradaban, tentu saja dunia akan mengeluh ketika umat ini menjadi lesu untuk memberi kontribusi. Apa jadinya peradaban tanpa perang pemuda?

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Abul ‘Ali Al Hasani An Nadwi dalam karyanya Apa Kerugian Dunia Akibat Kemunduran Umat Islam

Graham E. Fuller dalam narasi sejarahnya yang dituangkan dalam buku Apa jadinya dunia tanpa Islam cukup objektif menyebutkan sebagai pembersihan dunia dari dari “kekacauan”

Setiap langkah perbaikan dari umat ini adalah langkah dari perbaikan pemudanya. Perbaikan itu bukan hanya sekedar mencapai kesuksesan pribadi dan mahsyur karya. Perbaikan dan kontribusi yang dilakukan pemuda adalah kolektifitas menyusun ulang kembali kegemilangan peradaban manusia.

Kembali lagi ke sabda baginda setiap seratus tahun Allah SWT akan hadirkan pembaharu. Artinya, setiap zaman diberi jatah waktu untuk berkontribusi yang sama dalam sekali hidup. Tidak kurang tidak lebih. Namun memang ada yang menggunakan waktu tersebut secara efektif dan ada yang terlalu panjang menunggu-nunggu momentum. Oleh itu, Pemuda hari ini adalah pemimpina masa depan adalah takdir Peradaban yang hampir tidak efektif.

Pemuda peradabanlah yang mesti mengambil peran momentum emas untuk kebangkitan yang telah di sajikan waktu pada rentang zaman. Pemuda hari ini adalah pemimpin sekarang momentum emas bisa jadi kembali terulang, tetapi memakan waktu yang panjang.

Semisal kita mengenang hari-hari menegangkan di rengas Dengklok pada momen krusial proklamasi kemerdekaan. Para pemudalah yang dengan cepat membaca tren zaman pada masanya. Gegasnya bukan tergesa tak terarah demi kemerdekaan. Bagi pemuda Indonesia semangat rengas Dengklok masih menjadi memori yang dibawa terus setiap momentum peluang perbaikan sampai kini.

Bangsa ini memilik sumber kekayaan alam dan unsur-unsur penting dalam sebuah kebangkitan. Namun, sumber dan unsur tersebut bisa berubah menjadi kutukan tanpa tangan-tangan produktif sumber daya manusianya. Kita bisa saksikan negara-negara yang hampir tak mempunyai sumber kekayaan alam tetapi memiliki sumber manusia yang produktif justru melampaui bangsa ini.

Bangsa ini pernah disatukan dengan siklus Dua puluh tahunan. Kebangkitan 1908 dan sumpah pemuda 1928 yang memblending primordial, kesukuan menjadi semangat persatuan betanah air, bangsa dan bahasa satu. Membangun kembali pemuda peradaban adalah agenda utama bangsa dan umat ini.

Pemuda-pemuda hari ini perlu merekonstruksi ulang kembali setiap pribadi, itulah makna dari peringatan sumpah pemuda. Rekonstruksi ulang tersebut berupa meningkatkan kapasitas diri sebagai alat distribusi kontribusi sosial dan otoritas sebagai pemikul beban peradaban.

Pemuda peradaban sudah tahu bekal apa yang diperlukan untuk merancang masa depan. Kebutuhan apa yang menjadi dasar kebangkitan masa datang. Yang dengan bahan-bahan itu menjadi penentu nasib seperti apa bangsa dan umat ini dimasa yang akan datang. Kita tak boleh lagi kehilangan momentum emas setelah kapasitas dan otoritas berpadu padan. Dengan itu tak hanya sekedar punya obsesi dan cita-cita tetapi gagal dalam perwujudan tersebab kembali kehilangan momen..

Selamat hari sumpah pemuda

Tak sekedar momen refleksi tetapi bagian dari rekonstruksi ulang kapasitas diri dan menjangkau otoritas peradaban..

banner 728x700

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *