Pendidikan Sebagai Acuan Dasar dan Peta Jalan Pembentuk Peradaban

Oleh : Ahmad Mubasyir
Penulis adalah Co-Founder millenial berdaya

 

Sejarah mencatat bagaimana kehancuran luar biasa yang di alami Jepang pasca di bom atom oleh Amerika serikat di dua kota penting Hiroshima dan Nagasaki, bagaimana luluh lantak nya kerusakan yang terjadi ribuan orang menjadi mayat tak berarti gedung-gedung luluh lantak tak berpenghuni.

Dalam situasi yang hampir hilang harapan tersebut apa yang di lakukan pertama kali oleh sang kaisar pemimpin tertinggi jepang adalah mendata berapa banyak guru yang kita punya.

Jepang memulai lagi sejak awal, mempersiapkan generasi dengan sungguh-sungguh, lalu kita semua tau apa yang terjadi 20 tahun setelah kejadian bom atom tersebut. Jepang kembali menjadi negara berpengaruh yang namanya tak pernah absen dalam percaturan global.

Juga bagaimana sejarah tentang persiapan kemerdekaan Indonesia, dimulai dan dimotori oleh kalangan-kalangan kaum yang terdidik.
.
Tokoh-tokoh seperti Soekarno, Muh. Hatta, Muhammad Natsir, kiyai Ahmad Dahlan, kiyai Hasyim Asy’ari, Tan Malaka, Kartini, Ki Hajar Dewantara dan banyak lagi tokoh lainnya adalah kalangan kaum yang terdidik dan mendidik.

Dari merekalah inspirasi perjuangan itu datang untuk melakukan misi pembebasan dari penjajahan, kebodohan dan kemiskinan.

Saya meyakini bagaimanapun bentuk tekhnis pelaksanaan pada lembaga pendidikan itu diterapkan ia harus memenuhi empat kompetensi.

Pertama :
Kecerdasan spiritual, para pendidik harus menanamkan nilai-nilai ketuhanan pada setiap peserta didik dan hal ini sebgai bukti konkret pelaksanaan dan pengamalan sila pertama Ketuhanan yang maha Esa.

Kedua :
Kecerdasan emosional, peserta didik diharuskan memiliki nilai moral & akhlak yang baik untuk dapat menempatkan segala sesuatu sesuai dg nilai-nilai dan norma-norma yang kita anut dalam masyarakat.

Ketiga :
Kecerdasan intelektual, peserta didik dibekali tentang kompetensi pengetahuan umum, menggali potensi terbesar yang menjadi kecenderungan dan kelebihan peserta didik lalu beri ia jalan untuk mengeksplorasi kemampuan nya tersebut, yang pada akhirnya berbuah menjadi karya sbgai efek dari akumulasi pengetahuan.

Keempat:
Kecerdasan sosial, kecerdasan ini bermaksud bahwa peserta didik dapat memberikan kontribusi terbaik terhadap lingkungan sekitar, terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, menyebarkan ilmu juga nilai-nilai yang didapat dari para guru yang mengajar,memberi contoh dan keteladanan agar masyarakat merasakan secara langsung dampak positif atau manfaat dari kehadiran para peserta didik.

Momentum peringatan hari pendidikan nasional ini hendaknya bukan hanya sekedar ingatan tanggal dan bulan, tapi lebih kepada review apakan selama ini kita sudah berperan secara seimbang menempatkan diri sebagai pendidik juga pembelajar dalam waktu yang bersamaan.

Karena sejatinya mendidik bukan sekedar tugas seseorang atau sekelompok orang yang di labeli dg sebuah nama yang disebut guru, tapi tugas kita semua yang disebut manusia.

 

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan.

*

*

twenty − 18 =