By : Jujun Trius, S.Sos (Penulis Adalah Pengamat Politik)
Pernah nonton film kolosal seperti “Hero” yang diperankan oleh Jet Lee.?! Berperan sebagai pendekar tanpa nama (Nameless) mengumpulkan para pendekar kelompok pembunuh di pimpin oleh Flaying Snow untuk mentarget sang kaisar..
Sebagain penonton pasti kurang nyaman dengen ending film (Tragis)..
Sang Nameless paham kenapa mereka melakukan upaya penyerbuan/upaya pembuhan. Tetapi, mereka lebih paham lagi kenapa mereka justru harus memilih akhir takdir yang tragis..
Pahami, lalu taati sampai mati. Tak ada ketaatan dalam ketidak pahaman. Oleh itu, imam Syahid Al Banna menempatkan Paham (Alfahmu) pada posisi puncak yang harus dimiliki kadernya. Taat justru masuk kepada poin jauh dibawah, beriring tsiqah..
Tentu saja peletakan ini menjadi acuan pembenaran berapa penting nya pemahaman sebelum segala-galanya. Tak paham tak jalan,. Dipaksa jalan kemungkinan nyasar yang paling ringan..
Saudara kandung pemahaman adalah keteladanan. Ketika kaum muslim tak jadi beribadah haji pada saat perjanjian Hudaibiyah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan kepada para sahabat ” Bangkitlah!! sembelih lah hewan kurban dan bercukurlah”
Tetapi tidak ada satupun para sahabat yang merespon. Bahkan, sampai tiga kali pun tetap tidak ada para sahabat yang taat pada perintah nabi pada saat itu.. Nabi ini., Apatahagi sekedar Kepsek..
Tersebab para sahabat pada saat itu begitu memendam kekecewaan yang luar biasa atas klausul perjanjian Hudaibiyah yang begitu merugikan kaum muslimin.
Nabi beranjak menemui istri beliau dan menceritakan apa yang telah terjadi. Kemudian Ummi Salamah mengatakan ” Wahai nabi, jika engkau menginginkan mereka bangkit menyembelih hewan kurban dan memotong rambut, maka engkau keluarlah dan jangan mengatakan satu katapun tetapi sembelih lah hewan kurban dan potong lah rambut (tahalul)”.
Nabi melalukan apa yang disarankan sang istri. Dan begitu dahsyat nya para sahabat menyambut apa yang di lakukan oleh nabi. Taat mengikuti..
Para sahabat paham kenapa mereka enggan mengikuti perintah nabi tersebab akal pikiran dan aliran darah berbalut kecewa atas perjanjian. Namun, para sahabat juga paham atas keteladanan nabi yang harus mereka taati sampai mati..
Ummu Salamah paham dengan kondisi yang terjadi bagi para sahabat dan beliau juga paham dengan kondisi psikologi nabi yang tak tertaati
Berikan pemahaman terang dengan kelembutan kata dan hati atau lebih dengan keteladanan. Jangan tekan dan paksa melakukan sesuatu dalam bayang-bayang ketaatan buta lewat perintah-perintah yang disodorkan dengan ancaman atau bahkan hukuman. Jadikan I’lanat justru sebagai akumulasi kepemahaman kader-kader bukan justru sebagai manifestasi sebuah penjagaan terhadap eksistensi..
Ketaatan adalah buah dari pemahaman,. Sepahami Saad Bin Abi Waqash ketika suatu yang disepakati harus dijalankan walau terkadang berbeda dengen keinginan kita, ironis justru hadir ketika keinginan kita itu yang terjadi. “Lebih baik aku memakan bara api dari pada mengatakan atas ucapan mu” ujar Saad ketika syuro’ justru pendapat Saad yang terjadi. “Cubolah denger sianu ikut menang Kito pilkada Lahat”.. !! Hasil syuro’ adalah ketaatan yang harus dilakukan walau terkadang tidak sesuai keinginan kita tersebab “Paham”
Pada akhirnya memang tidak ada yang sempurna. Perjuangan pada membentuk pehaman harus terus di upayakan. Ketika pemahaman telah ditanamkan dengan baik dan keteladanan telah di hadirkan. Maka ketaatan akan diberikan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran
Ending dari film Hero memberi hikmah bahwa nasib Tiongkok tergantung pada tindakan mereka baik sendiri-sendiri maupun sebagai kesatuan tim (Jamaah).
Pun kedepan.. Nasib takdir kita ditentukan seberapa paham dan sepenuh keteladanan peran yang kita lakukan..
Selamat melaksanakan Muswil DPTW PKS Sumsel 2025














Komentar